Showing posts with label Re-Post. Show all posts
Showing posts with label Re-Post. Show all posts

Friday, February 21, 2014

The Saturn Return

Do you know about The Saturn Return?  I never heard about that until I read an article on Cleo Magazine.

Artikel ini membahas mengenai Saturn Return dari sisi astrologi. Singkatnya ternyata pergerakan planet Saturnus yang berjalan dengan lambat mengelilingi matahari punya andil dengan kontemplasi kita menjelang usia 30 tahun. Kondisi ini merujuk dimana planet Saturnus kembali ke posisi semula sejak dia beranjak mengelilingi matahari yang dimulai tepat di hari kelahiran kita.  Saturnus memerlukan waktu sekitar 28-30 tahun untuk sekali mengelilingi matahari, itulah mengapa periode Saturn Return masing-masing orang akan terjadi sekitar umur 28-30, 57-59 dan 86-88 tahun. Di masing-masing periode usia itu, para ahli astrologi berteori bahwa manusia akan mengalami transisi menuju fase baru dalam hidupnya. Siklus yang pertama khususnya, akan menandai transisi menuju kedewasaan.

Dalam sistem astrologi, planet Saturnus merupakan simbol karma, pengendalian diri, struktur, dan kematangan. Ketika manusia mengalami fase saturn return, unsur-unsur tersebut sedikit banyak akan terkoyak, manusia akan mengalami kehilangan atau kegagalan, menganalisa banyak hal, membuat banyak keputusan penting dan berakhir dengan situasi yang lebih stabil.

Teori Saturn Return mungkin terkesan terlalu mengawang-ngawang. Namun every cloud has a silver lining untuk menuju sebuah fase baru. Tapi sebelum masuk ke fase baru itu, Saturn Return akan melakukan bullying pada kita. Menempa mental supaya menjalani kehidupan dengan cara terbaik di usia mendatang.

Satu yang pasti adalah bahwa fase usia 20an adalah periode ketidakpastian dan kebimbangan. Jadi bagi kita yang berusia late twenties, pasti mengalami banyak hal dalam pikiran yang menerawang. Pencapaian, kegagalan, dan semua yang sudah pernah dilalui. Ada yang merasa cukup puas dengan hidupnya, namun ada juga yang merasa hidupnya kacau balau. We’ll the good news is kalau kita merasakan kekacauan dan mempertanyakan pencapaian kita, it turned out just fine. At least it’s astrologically fine. #OKsip .. hahaha

****

Semua tulisan diatas diambil dari Majalan Cleo edisi bulan Februari 2014, dan tulisan ini gak akan berhenti dari gue meng-copy paste apa yang udah ditulis Majalan Cleo. Tulisan ini akan berlanjut ke fase Saturn Return gue.


Friday, June 29, 2012

Fakta Menarik dibalik kata "Batik"


Tanpa bermaksud plagiat tulisanya Ve Handojo, gue cuma pengen re-post tulisan dia dari buku The Journey 2 dengan judul "Berburu Gajah, Garuda dan Naga ke Trusmin". Menariknya dari tulisan ini adalah fakta dibalik kata "batik" yang mungkin banyak dari kita juga mengira batik adalah sebuah kain, tapi ternyata bukan.

Berikut ringkasan hal-hal yang menurut gue cukup penting untuk diketahui.

Ternyata batik bukan punya Indonesia saja! Menurut salah satu maestro Batik Indonesia yang sudah almarhum, Bapak Irwan Titra, secara harfiah “batik” adalah teknik menghias permukaan kain (tekstil) menggunakan metode menahan pewarna (dye resist).  Banyak artefak-artefak berupa kain yang dihias dengan metode seperti ini. Yang paling tua itu asalnya dari Mesir pada abad keempat sebelum masehi, dan dari Cina pada abad kedepalan Masehi. Malaysia amat berhak meng-klaim bahwa mereka punya batik, tapi itu adalah Batik Malaysaia. Beda nya Batik Indonesia dengan Negara lain itu karena Indonesia melakukannya dengan teknik canting.  Penggunaan canting untuk membuat batik tulis ini yang menjadikan batik Indonesia berbeda dengan yang lain-lain. Sementara itu, di Malaysia, orang membatik menggunakan kuas dan di Eropa tidak satu pun yang menggunakan canting.

Selain penggunaan canting, batik Indonesia juga menjadi istimewa karena nilainya yang melebihi dari kesadar bahan pakaian. Jadi begini, kalau kita Tanya ke pebatik Negara lain apa makna dibalik motif bunga mawar yang mereka gambar, maka mereka akan memandang kita dengan tatapan sinis dan bilang “Ya artinya bunga mawar! Mau makna apa lagi?!” Sementara, kalau kita ditanya apa makna sepasang sayap di sehelai kain Batik asal solo, bisa menjelaskan banyak hal tentang Indonesia.

Dan pengerjaan sehelai kain baik tulis memakan waktu empat bulan hingga setahun penuh. Kerumitan pembuatan sehelai batik tulis bukan hanya terletak di penggambaran motif-motif nya yang sangat detail, tapi juga diproses pewarnaannya yang rumit dan harus dilakukan berulang kali.  Kain katunnya pun tidak bisa begitu saja langsung dibatik. Kain tersebut harus direbus dan didihkan dulu. Dipukul-pukul supaya seratnya bisa menerima malam dan diwarnai.

Berbagai proses yang rumit inilah yang sebenarnya diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Jadi jangan salah kaprah! UNESCO bukan “memberikan” atau “mentabiskan” batik sebagai milik Indonesia. UNESCO mengakui Batik Indonesia sebagai *Warisan Budaya Dunia Tak Benda*. Artinya, yang diakui bukannya “benda-nya”. Bukan sehelai kain batik. Bukan motif-motifnya. Yang diakui sebagai warisan budaya dunia adalah prosesnya. Tepatnya, proses pembuatan Batik Tulis, bukan batik cetakan atau sablonan. 

Kalau masih ingin tau lebih banyak tentang Batik Indonesia atau tulisan Ve Handojo yang lain bisa buka  di http://venhandojo.wordpress.com


Gianyar, Bali

Salah satu foto ketika saya mengunjungi pembuatan batik tulis di Gianyar, Bali.
Batik tulis dengan teknik canting yang dinobatkan sebagai World Heritage "Warisan Budaya Tak Benda" oleh UNESCO.

Monday, November 21, 2011

11 Destinasi

1. Pulau Derawan - Kalimantan Timur
2. Ternate & Dodola - Maluku Utara
3. Flores
4. Gili Air dan Gili Meno Lombok
5. Banjarmasin
6. Danau Toba dan Brastagi - Medan
7. Selat Lembeh - Bitung Manado
8. Solo
9. Padang
10. Benteng Ford Rotterdam dan Pulau Samalona - Makassar
11. Malioboro dan Pantai Sundak - Yogyakarta

Lupa sumber 11 destinasi itu dari mana, kalau gak salah dari majalah liburan, tapi tambahan yang mau gw kunjungin :
- Bangka Belitung
- Aceh dan Pulau W, Sabang
- Pulau Mentawai
- Puncak Jaya, Papua
- Wakatobi
- Gunung Semeru

Tuesday, August 2, 2011

Perjalanan Menemukan - The Journey


Hal paling menarik dari melakukan perjalanan adalah menemukan.

Pada perjalanan panjang-panjang itu, dan mungkin juga singkat, kita hanya berharap menemukan. Menemukan sesuatu untuk dibawa pulang. Mungkin juga dikenang lalu diceritakan.

Dari gerbong kereta api, dari sebuah ruang tunggu bandara, dari atas bus yang berderit diatas jalanan berdebu, dari biru air laut, dari tapal batas yang coba dilintasi, dan dari keriaan sebuah pasar, kita diam-diam berharap menemukan sesuatu itu.

Menemukan apa saja. Mulai dari yang penting, kurang penting, bahkan tidak penting sama sekali. Kadang apa yang ditemukan di tengah perjalanan justru diluar dugaan. Mengejutkan kita. Membuat kita merasa seolah menemukan harta karun. Tak jarang juga kita justru tak menemukan apa yang kita ingin temukan. Bahkan, bisa saja, kita menganggap tak menemukan apa-apa. Tapi tak menemkan apa-apa pun menemukan, bukan?

Dan di akhir perjalanan, kita tahu, kita telah menemukan sesuatu. Sebuah cerita.

Cerita diatas dikutip dari opening novel The Journey - Kisah perjalanan para pencerita.

Kalo gwa ditanya tentang perjalanan. What is traveling? Traveling is learning. To travel means to learn. (^_^)

Friday, June 24, 2011

Top 25 Destination in the World - Tripadvisor

  1. Cape Town, South Africa
  2. Sidney, Australia
  3. Machu Piccu, Peru
  4. Paris, France
  5. Rio de Janeiro, Brazil
  6. New York City, New York
  7. Rome, Italy
  8. London, United Kingdom
  9. Barcelona, Spain
  10. Hongkong, China
  11. Kyoto, Japan
  12. Queenstown, New Zealand
  13. Jerussalem, Israel
  14. Siem Reap, Cambodia
  15. Prague, Czech Republic
  16. Venice, Italy
  17. Buenos Aries, Argentina
  18. Ko Phi Phi Don, Thailand
  19. Honolulu, Hawai
  20. St. Petersburg, Russia
  21. Florence, Italy
  22. Grand Cayman
  23. San Fransisco, California
  24. Petra / Wadi Musa, Jordan
  25. Las Vegas, Nevada