Monday, September 19, 2011

Teluk Kiluan, Lampung - June 2011

Kiluan, yap. This place also has been stayed in mind since I was in Deloitte. But again, gw dulu gak punya temen gila traveling.

Berbekal niat yang sangat kali ini perginya masih sama KKS -Dani, Widud- tapi gak barengan sama Wanda, karena saat itu gw prefer pergi dilibur long weekend. *Maafkan kami meninggalkanmu Wanda* *smooch*. Selain KKS juga ada Tari dan Wahyu.

Karena saat itu gak pergi sama Wanda, jadi gw merasa bertanggung jawab untuk mencari cara ke Kiluan ala backpacker + booking penginapan dan travel. Kita harus booked penginapan dari Jakarta karena disana cuma ada satu penginapan milik Pak Dirham. Contact number Pak Dirham +62813.6999.1340

Berangkat hari kamis pagi , janjian ketemuan di terminal Kampung Rambutan. Oh ya, catatan. Si emte satu it a.k.a widud H-10 jam membatalkan ikutan backpacker, dia mau elitepacker aja katanya. So, dia dan si wahyu temennya naik pesawat aja donk! Hahaha, akhirnya kita janjian dikota Bandar Lampung.

Dari kampung rambutan, gw, Dani dan Tari naik bus primajasa menuju pelabuhan merak. Berangkat jam 7 pagi nyampe di Merak jam 10an saja. Tarif primajasa kp. rambutan - merak sepertnya fixed yaitu 17.000. Sampe di Pelabuhan Merak berniat naik jetfoil, tapi ternyata kita telat datang akhirnya kita naik ferry biasa. Ferry ini juga ada kelas-kelas nya. Ada Ekonomi, Business, Excecutive. Secara mau mure, kita ambil kelas ekonomi dengan tarif 15.000. Kalau mau business atau excecutive tetap beli tiket ekonomi di loket nanti didalam ruang business / excutive nya dimintaain tambahan lagi.

Perjalanan nyebrang ferry sebenarnya cuma 2 jam tapi + nunggu berangkat + ngantri nyandar, total nya bisa 4 jam. Boleh dibilang ini pengalaman pertama lagi naik ferry, kenapa pertama karena  dulu udah pernah waktu ke Pekanbaru dan Padang, tapi masih kecil jadi rada lupa rasanya. Masuk kelas ekonomi kita ngambil tempat duduk agak dibelakang dekat jendela dan pintu keluar. Hal pertama yang bikin gw amaze adalah Jasa Charge HP dengan biaya 6000 - 7000 /sekali charge. Semakin berkembang teknologi semakin kreatif kita mencari peluang usaha. Tapi jasa ini beneran berguna, terutama pengguna blackberry, android atau iphone yang lebih cepat menghabiskan batere, apalagi kalau batere nya udah gak bagus seperti HP gw contohnya yang membuat gw menggunakan jasa ini hehehe. Dan di ferry juga ada hiburan yaitu organ tunggal, hahaha udah berasa kondangan gw disini. Seperti organ tunggal kebanyakan, lagu-lagu yang dinyaiin pun lagu dangdut dan itu dinyanyiin oleh cewek-cewek sambil joget gitu + minta saweran sama orang yang nonton. Udah pasti yang banyak nonton pertunjukkan ini cowok lah yaa, tapi secara gw duduk deket pintu dimana tempat organ tunggal ini dipasang, mau gak mau jadi ikutan dengerin. Hehehe.

Sampai di Pelabuhan Bakauheni sekitar jam 2. Dari sini ke kota Bandar Lampung nya masih sekitar 2 - 3 jam dan kita naik travel dengan biaya 35.000. Sampai Bandar Lampung sekitar jam 5 dan rencananya malam ini kita nginep dirumah teman kita, jadinya kita dijemput di Gang Ratu deket daerah rumah teman kita itu. Karena malam ini waktu kita gak banyak, akhirnya kita cuma makan malam dan makan duren trus istirahat buat siap-siap perjalanan besok. Oh iya dilampung ini  banyak rumah atau toko yang pasang lambang kota lampung yaitu Siger - mahkota perlambang keaggungan adat budaya dan tingkat kehidupan terhormat, yang umumnya dikenakan oleh Pengantin Wanita. Karena penasaran kenapa dipasang didepan rumah atau toko, akhirnya gw nanya teman gw, ternyata memang diharuskan oleh pemerintah kota Lampung walaupun bukan wajib. Bahkan di Pelabuhan Bakauheni pun dibuat Menara Siger – menara  yang juga menjadi titik nol Sumatra di selatan. Sayangnya karena keterbatasan waktu gw gak sempet mengunjungi menara ini. Gw juga semper browsing mengenai legenda Siger bisa dibaca disini.

Menara Siger
Besoknya kita dijemput Pak Budi supir travel ke Kiluan sekitar jam 7.30 pagi.  Sebelumnya Pak Budi ini jemput teman kita dulu Widud dan Wahyu yang nginep di hotel. Biaya travel ke ke Kiluan ini kalo langsung ke tujuan sekitar 700.000 per mobil (pulang pergi) dan kalau mau mampir bisa nambah. Per mobil bisa muat untuk 7 orang (100.000/orang). Karena kita cuma berlima dan berniat mampir ke Pantai Mutun dan Pantai Clara, jadi total biaya nyampe kita 170.000/orang. Contact Pak Budi +62812.7200.7455 atau Pak Tony +62812.7911.6494.

Pantai Mutun
Pemberhentian pertama Pantai Mutun. Pulau ini sebenarnya biasa aja, kayak pantai Anyer lebih tepatnya. Jalan masuknya pun rada rusak, jadi pantai ini gak terlalu gw rekomendasikan untuk dikunjungi. Pemberhentian kedua Pantai Clara. Waahhhh kalau ini jangan ditanya deh.. bagusssss bangeeettttt. Lokasinya tepat dipinggir jalan jadi gak perlu masuk jalan rusak. Pas kita kesini pas lagi panas mentereng reng, taapiii kalau lagi banyak cahaya itu warna air laut nya keluar campuran biru muda dan biru turquoise dan biru tua, subhanallah. Ditambah warna hijau bukit dan pohon kelapa makin mempercantik pemandangan ditempat ini. Setelah puas foto-foto di Pantai Clara, perjalanan pun kita lanjutkan. Perjalanan ke Kiluan, beh jangan ditanya deh 11 12 sama perjalanan ke Ujung Genteng agak lebih parah lebih tepatnya. Kalau ke Ujung Genteng jalan yang mengelilingi bukit itu masih dikasih pembatas pagar dan ada marka jalannya. Disini gak ada pembatas atau marka jalan parah deh sisi satu tebing sisi satu jurang.. nah lo. Untungnya supir yang mengantar kita memang supir Lampung Kiluan jadinya udah terbiasa sama medan yang seperti ini.

Pantai Clara

Pantai Clara lagi
Fiuh akhirnya nyampe juga kita di Teluk Kiluan. Dari pemberhentian mobil, kita masih harus nyebrang lagi. Pilihannya ada dua naik speed boat atau naik perahu jukung, seinget gw biayanya sama aja 10.000 – 15.000 per orang. Dan karena pas kita sampai masih rada bingung akhirnya kita memutuskan naik perahu jukung, yaa kebayang deh itu yang naik 5 orang + driver + 1 koper si elitepacker :p Nyebrang ke Pulau Kiluan nya cuma sekitar 15 menit. Nyampe disana kita disambut hamparan laut berwarna biru turquoise, literally biru turquoise *terharu*. Ternyata ada yaa, selama ini gw kira cuma efek kamera atau photoshop.

Hehehe, ternyata gak ada foto pantai nya doank... gpp ya ada gw nya :p
 
Setelah istirahat sebentar dan unpacking beberapa barang, gak mau buang-buang waktu kita langsung keliling  pulau yang ternyata gak nyampe setengah jam udah khatam.. hehe. Pulau ini kecil tapi lucu nya di dua sisi yang berbeda, beda pula air lautnya. Sisi yang gw foto diatas itu sisi yang diapit 2 bukit dengan air laut tenang dan warna yang cantik. Sisi satunya laut dengan ombak nya cukup kenceng walaupun gak kayak ombak pantai selatan.

Gak banyak sebenarnya yang bisa dilakukan ditempat ini selain main air atau snorkling. Snorkling pun menurut gw bawah laut nya kurang terlalu bagus, kayaknya karena dulu pernah di bom jadi karangnya banyak yang mati ditambah pula pinggiran lautnya banyak sampah pohon gitu, jdnya kurang jernih. Tips kalau mau snorkling lebih baik pagi sekitar jam 10 atau sore sekitar jam 3, intinya ketika masih ada matahari jadi cahaya yang masuk kedalam lautnya banyak, karena kalau sore banget matahari nya udah mulai turun jadi gak bisa lihat banyak.
Bosan snorkling dan ngeliat speed boat nganggur akhirnya kita minta warga setempat untuk nganter kita keliling pulau sekitar dengan biaya 50.000, gak jauh juga sih jangkauan speed boat ini tapi lumayan lah bisa lihat pemandangan beda. Satu yang gw masih amaze sama tempat ini, di tempat ini banyak pulau kecil lebih tepatnya dalam bentuk karang yang tidak berpenghuni, nah seperti yang gw bilang diatas disini ombak juga cukup besar, ketika ombak itu menyentuh karang dari yang warna biru laut entah kenapa berubah jadi biru lebih muda, susah mendeskripsikan warnanya mirip biru turquoise tapi bukan literally biru turqoise, gitu deh. Banyak hal menarik yang sulit dideskripsikan dengan kata-kata.. hehe.

Setelah muter-muter dan melihat penjual duren, akhirnya kita makan duren ampe bego! hahaha beneran makan banyak banget :p . Ohya, disini gw sempet nimba air dari sumur buat mandi, kita kira toilet yang ada dibelakang itu cuma buat buang air makanya pas mau mandi kita ke sumur, eehhh ternyata toilet yang dibelakang juga bisa buat mandi -.-" such a stupid mistake! Hahaha, mending tanya-tanya dulu ya kalau mau mandi, daripada udah cape nimba ternyata air dibelakang melimpah ruah.. Hehe. Malam ini kita cuma bisa main-main dipenginapan a.k.a main kartu ampe garing!

Besok pagi nya,,, horay! ini dia nih tujuan utama kita. Liat Dolphin. Hahaha, kayak gak penting yaa, jauh-jauh ke Kiluan cuma buat lumba-lumba...hihihi, tapi begitulah traveling. Kita naik perahu jukung yang kali ini cuma muat 3 penumpang. Gak boleh lebih dari tiga orang, kata si Bapak disini, biayanya itu 250.000 / perahu. Jalan jam 7an ke tengah laut jaauhhhhh. Satu yang menarik dari perjalanan ke tempat dolphin. See picture below! --> entah kenapa foto ini gak bisa di rotate.



Foto dolphin dan keadaan sekitar gw ambil dari kamera Dani yaa, soalnya kamera gw rusak jadi gak punya foto bagian ini. Si Bapak disini juga cerita selain lumba-lumba kadang suka ada ikan paus.. waahhh whale, mau liaattt!! Tapi si Bapak gak nyaranin, lah wong dia aja yang udah biasa kalau ada ikan paus lebih baik melipir.. hehe.












Puas liat dolphin kita siap-siap pulang, tapi tetap eksis donk yaa, foto didepan penginapan. Voila, ini dia penginapan kita..

Sampai dilampung, gw si pecinta kain batik ini nyempetin ke Pasar Bambu Kuning, salah satu pasar yang terkenal dilampung untuk beli kain batik lampung yang terkenal dengan nama Kain Tapis. Setelah itu baru deh kita pulaanggg. Biaya perjalan pulang kurang lebih sama dengan perjalanan kesini nya, jadi bisa dihitung lah ya kira-kira nya.

Fiuh, lumayan cape tapi senang.. Selamat berlibur ke Teluk Kiluan! (^_^)

Tuesday, August 2, 2011

Perjalanan Menemukan - The Journey


Hal paling menarik dari melakukan perjalanan adalah menemukan.

Pada perjalanan panjang-panjang itu, dan mungkin juga singkat, kita hanya berharap menemukan. Menemukan sesuatu untuk dibawa pulang. Mungkin juga dikenang lalu diceritakan.

Dari gerbong kereta api, dari sebuah ruang tunggu bandara, dari atas bus yang berderit diatas jalanan berdebu, dari biru air laut, dari tapal batas yang coba dilintasi, dan dari keriaan sebuah pasar, kita diam-diam berharap menemukan sesuatu itu.

Menemukan apa saja. Mulai dari yang penting, kurang penting, bahkan tidak penting sama sekali. Kadang apa yang ditemukan di tengah perjalanan justru diluar dugaan. Mengejutkan kita. Membuat kita merasa seolah menemukan harta karun. Tak jarang juga kita justru tak menemukan apa yang kita ingin temukan. Bahkan, bisa saja, kita menganggap tak menemukan apa-apa. Tapi tak menemkan apa-apa pun menemukan, bukan?

Dan di akhir perjalanan, kita tahu, kita telah menemukan sesuatu. Sebuah cerita.

Cerita diatas dikutip dari opening novel The Journey - Kisah perjalanan para pencerita.

Kalo gwa ditanya tentang perjalanan. What is traveling? Traveling is learning. To travel means to learn. (^_^)

Friday, June 24, 2011

Top 25 Destination in the World - Tripadvisor

  1. Cape Town, South Africa
  2. Sidney, Australia
  3. Machu Piccu, Peru
  4. Paris, France
  5. Rio de Janeiro, Brazil
  6. New York City, New York
  7. Rome, Italy
  8. London, United Kingdom
  9. Barcelona, Spain
  10. Hongkong, China
  11. Kyoto, Japan
  12. Queenstown, New Zealand
  13. Jerussalem, Israel
  14. Siem Reap, Cambodia
  15. Prague, Czech Republic
  16. Venice, Italy
  17. Buenos Aries, Argentina
  18. Ko Phi Phi Don, Thailand
  19. Honolulu, Hawai
  20. St. Petersburg, Russia
  21. Florence, Italy
  22. Grand Cayman
  23. San Fransisco, California
  24. Petra / Wadi Musa, Jordan
  25. Las Vegas, Nevada

Wednesday, June 8, 2011

Ujung Genteng - May 2011

Ahey back to perjalanan gue ditahun 2011 ini. Setelah Pangandaran, gue dan teman Bapepam memutuskan untuk ke Ujung Genteng. Sejujurnya gue sudah lama ingin ke tempat ini, tapi belum kesampaian, dikantor lama gue gak banyak yang suka backpacker + rencana pergi sama anak Arghjata pun belum kesampaian, sama temen-temen SMA banyak banget dah hambatannya..Hehehe. Alhamdulillah tahun ini gue bisa merealisasikan salah satu keingan gue.

Rencana ini pun sempat mengalami hambatan beberapa kali, yang gue ada meeting, ujian Belanda, dll. Akhirnya kita sepakat pergi setelah gue ujian Belanda, kali ini yang pergi - Gue, Wanda, Widud, Rizka -. Sebenarnya perjalanan ini gak bisa dibilang full backpacker, rencana tiba-tiba berubah dari pergi Jumat malam naik bus, jadi sabtu pagi naik mobil Wanda dengan Widud sebagai supir. Malamnya nginep dirumah Wanda biar besoknya langsung berangkat pagi-pagi. Tapi karena gue sempet nemenin Nadia dulu ke GI, gue nyusul kerumah wandanya. Berbekal keingan gak mau naik taksi, gue nyambung-nyambung bus kerumah Wanda. Dari GI naik 213 ke perempatan pramuka, dari situ nyambung bus ke Terminal Pulo Gadung. Hohoho, jam menunjukkan jam 11 malem saat itu. Dari terminal Pulo Gadung have no idea mau naik apa kerumah nya Wanda, ingin naik taksi ternyata gak ada taksi yang oke. Tukang Ojek pun menggoda minta dinaikin, Hahaha naik ojeklah gue. Ternyata kerumah Wanda itu ngelewatin pabrik-pabrik..Jauh bet dah! dan gue sama sekali gak tau daerah situ. Dikata disasarin sama tukang ojek, gue juga gak tau. Bismillah aja deh gue naik itu ojek. Alhamdulillah ojek ini baik, gue diantarkan dengan selamat. Nyampe rumah Wanda jam 11.30 p.m. bersih-bersih dan siap-siap tidur. Sebelum tidur ternyata Widud udah datang, dan ngakak ketika tau dia bawa KOPER!. Bwahahaha mau kemana neng, ini pergi cuma semalem...hadeh! :)

Sabtu pagi kita niat berangkat jam 4 pagi, tapi jadinya jam 6. Jedeng! Dengan mengucap bismillah kita mulai perjalanan ini. Dari Jakarta lewat Sukabumi. Diperempatan pelabuhan ratu kita sempet tanya orang arah Surade mau ke Ujung Genteng. Melihat kita semua cewek dan baru pertama kali ke Ujung Genteng, Bapak ini nunjukkin jalan lewat arah Pelabuhan Ratu, nanti ada pentunjuk jalan kata Bapak itu. Dibilang sih jalannya berkelok-kelok tapi rada bagusan katanya. Jadilah kita nurutin Bapak itu.
Beneran aja donk, itu jalanan kurang bersahabat. Udahlah berkelok-kelok beberapa rada rusak juga. Dan berdasarkan website perjalanan kesana sekitar 7-8 Jam, tapi entah mengapa kita berasa ini perjalanan lama banget. Sepanjang perjalanan kita udah melewati beberapa hutan dari mulai hutan karet, hutan pinus, sampai kebuh teh, sempet ngelewatin padang ilalang juga kayaknya. Lengkap sudah! Hehehe. Akhirnya sampailah kita didaerah yang bernama Jampang Kulon dan kita berhenti di Alfamart pertama yang kita lihat. Dari situ kita musti lewatin Surade dulu baru ke Ujung Genteng. Saat itu udah jam 2an gitu dan karena Lapar akhirnya kita makan dulu di Rumah Makan Padang. Oh iya, petunjuk jalan disini rada ajaib, dibilang lah Surade 25km trus udah lama jalan nemu petunjuk jalan Surade 22km, hadeh perasaan tadi udah jauh tapi cuma 3km doank (-.-"). Lainnya, ada petunjuk jalan ke Ujung Genteng 15km tapi belum lama jalan udah ada petunjuk kalo Ujung Genteng udah deket. Sepertinya orang sini kurang bisa membuat skala dengan baik dan bener.. Hahaha. Tapi alhamdulillah setelah melewati itu semua, sampai juga kita di Ujung Genteng sekitar jam 4an.

Sawah berbatasan dengan laut
Pantai di Ujung Genteng
Sore itu kita langsung ke Pangumbahan beach, tempat Penangkaran Penyu karena udah mau sunset dan acara pelepasan penyu sudah akan dimulai. Langsunglah kita sewa ojek untuk nganter kita, padahal dapat penginapan aja belum..Hahaha (-.-"). Kita gak jadi ke tempat sunset karena waktunya mepet, lagian mendung takutnya udah jauh-jauh malah gak dapat sunsetnya. Akhirnya kita ke Penangkaran Penyu doank. Jalan menuju tempat ini, beh.. jangan ditanya dah..gak jelas banget! katanya dulu cuma bisa dilewatin sama motor, cuma sekarang mobil udah bisa lewat walaupun jalannya sempit. Kita bener-bener jalan dipinggir laut trus lewatin rawa-rawa plus kalo air pasang bisa-bisa airnya sampai dengkul, alhamdulillah saat itu lagi gak pasang. Sampai ditempat sambil nunggu acara mulai seperti biasa sesi foto dimulai. Ombak ditempat ini cukup gede secara pantai selatan yaa, tapi gak tinggi-tinggi banget juga dan bukan tempat surfing. Jam 5.30 acara pelesan penyu dimulai. Ya ampun, you must see! Penyu nya lucu banget.. unyu-unyu! Halah :P. Acara pelepasan ini harus sekaligus banyak penyu karena kalau satu bisa lansung dimakan ikan pas nyampe dilaut. Kalau barengan lebih banyak yang bisa survive. Ketika pelepasan pun dikasih garis batas antara kita dan penyu yang akan dilepas, ketika udah dilepas kita gak boleh langsung maju karena takut ada penyu yang balik kena ombak trus ke injek kita...Huhuhu, dasar orang Indonesia susah dikasih tau, baru penyu nya dilepas..ehh udah pada berebutan maju, alhasih ada penyu yang keinjek anak kecil! (-.-") untung gak mati...huhuhu.

Sunset di Pangumbahan Beach - Mendung

Kami penyu kecil ingin ke Laut
Pulang dari acara pelepasan penyu..barulah kita mencari penginapan. Hahaha dan itu udah jam 6an lewat udah mulai gelap gitu..hihihi! Dasar cewek-cewek nekat. Alhamdulillah, akhirnya kita dapat penginapan juga, walaupun so so tapi mayanlah buat tidur 1 malam doank. Setelah makan malam kita istirahat tidur untuk bangun tengah malam liat penyu bertelur.

Tengah malam gue dibangunin Wanda. Dia tanya sms dari si tukang ojek yang intinya nanya jd mau liat penyu atau gak?. Mhhmm, could not recall the detail but this Tukang Ojek sms pake bahasa 4L4Y. Hahaha, butuh beberapa menit untuk ngerti, e.g. : Back = Mba, 2Q = Tuki (nama dia), Gaet = Guide, etc yang bikin lo ngakak" pusing dah kalo baca. Saat itu udah jam set.12 kalo gak salah. Akhirnya yang niat ikutan cuma gue sama Wanda. Naik ojeklah kita ke tempat itu penyu melewati jalan yang sore-sore kita lewatin, cuma ya itu tengah malam. Sumpah horor abiss! Gue baru sadar ditengah jalan, asli nekat banget ini gue yaaa..dikata tukang ojeknya mau jahat juga susah gue kaburnya, sampai sempet kepikiran lari ke laut. Astaghfirullahalazim jangan sampai, ketok-ketok meja!.

Sampai ditempat penyu, ternyata udah ramai tapi belum ada penyu yang naik. Akhirnya kita nunggu dipingggir pantai sambil ngobrol-ngobrol sama penjaga penyu. Sebenarnya obrolan kita panjang dan cukup bermanfaat secara gue bawel tanya-tanya, tapiii...again! short term memory loss, gue gak inget banyak apa aja yang gue obrolin...Hahaha :P. Intinya penyu-penyu yang biasa bertelur kesini most likely adalah penyu yang asalnya dari sini juga, it's like they have a good insting going back home. Dan penyu kecil-kecil yang dilepas pas sore itu kalau berenang bisa sampai Australia. Wow, berasa kalah ama penyu gue..Hahaha. Dan biasanya penyu dewasa banyak bertelur sekitar bulan september - october. Sekali bertelur prosesnya butuh waktu sampai 2 jam-an karena mereka menggali pasir dulu untuk nyari posisi bertelur yang oke. 

Lama nunggu penyu gue tidur-tiduran yang akhirnya ketiduran beneran. Sungguh gak berasa, enak banget tidur diatas pasir putih. Dingin tapi gak bikin basah baju. Beneran pengen lagi!. Suasana malam itu pun romantis-romantis gimana gitu secara full moon aja! (sayang beduaan nya sama Wanda (-.-") hehe). Yang bagus nya lagi full moon itu seperti nyinarin sebagian laut, jadi kalau diliat kelaut seperti ada pancaran cahaya gitu. KEREN! sungguh. Kalo mau dibilang no picture = hoax terserah deh, soalnya gue udah berusaha foto itu pemandangan tapi gak berhasil.

Terang Bulan
Frustasi 2 setengah jam nunggu penyu gak datang-datang, akhirnya gue dan wanda memutuskan pulang, huhuhu sayang juga sebenarnya. Tapi tak apalah next time berarti harus berhasil liat penyu bertelur. Pas pulang kan gue nak ojek si 2Q ini, gue sempet bingung tiba-tiba dia nyambungin 2 kabel gitu, gue kira motornya rusak ternyata itu cara nyalain motornya musti disambungin 2 kabel. (-.-") Sungguh kreatip kau 2Q!

Pagi nya, lagi lagi demi mengejar sunrise gue harus bangun so early in the morning. Abis sholat subuh langsung siap-siap kamera. Seperti tempat-tempat sebelumnya, kita harus ke sisi sebelah timur untuk liat sunrise dan itu sulit dijangkau dengan jangan kaki (a.ka. rada jauh). Jadilah kita menyewa ojek. Oh iya, sebenarnya ojek gue ini udah paketan. Jadi untuk nganter ke Penangkaran Penyu sore, Penyu bertelur tengah malam, sunset dan sunrise (antar jemput) itu sekitar 100rb/orang. Rada mahal sih ya, tapi kita gak punya pilihan lain selain ojek, bisa aja sih kalau mau naik mobil sendiri cuma pasti malas karena jalannya kurang bagus. Ada beberapa spot untuk liat sunrise, pertama deket pasar kedua dekat menara. Menurut gue yang paling bagus deket menara karena tempat itu di pinggir pantai banget tapi kita rada nyamping liat sunrise nya. Kalau yang dekat pasar gak ada pantai nya dari pembatas langsung laut, cuma disini udah jadi spot favorite selain lebih dekat kita langsung lurus ngeliat sunrise nya. Jadi kalau yang mau liat sunrise, bilang tukang ojek nya minta anter ke tempat yang dekat menara. but it's about preference sih, terserah kalian aja mau dari mana.




Awalnya kita udah hopeless karena matahari nya gak muncul-muncul, kita pikir mendung akhirnya kita cuma foto-foto doank. Tapi tiba-tiba ada setitik cahaya diantara gunung. Gue dan wanda langsung treak kegirangan. yeah, Matahari nya muncul! Dan sunrise disini termasuk salah satu yang bagus, sunrise nya gak langsung keluar dari batas cakrawala, tapi muncul dari balik bukit. Kalau diliat akan ada kombinasi antara laut, gunung, matahari dan awan. So cool! (^_^). Puas foto-foto, kita balik ke penginapan siap-siap untuk ke Muara Cipanarikan.

Awalnya ini tempat yang harus dikunjungi kalau kemarin sore liat sunset. Tapi tak apalah yang penting kita harus ketempat ini. Muara Cipanarikan ini lebih jauh dari tempat penangkaran penyu dan akses kesana tetap naik ojek secara jalan kesana lebih parah lagi. Bener-benar kiri kanan rawa, jalan lumpur, rada mirip masuk hutan gitu. Tambahan lagi pas udah mau nyampai tempatnya, jalan itu cuma bisa dilewatin satu motor yang mana sebelah kanan kita itu semacam danau rawa. Dan si tukang ojek ini bilang, di danau itu banyak buaya nya mbak..Dang! mendadak parno. Ya iyalah, buaya gitu yang nyium bau daging bawaannya pengen makan. Horor dah! Taapiiii..... pas udah nyampe, sungguh gak akan kecewa. The landscape was so beautiful. Pertemuan antara muara danau dan laut. Baguuussss!!!! Tempat ini sungguh sepi, mungkin karena aksesnya sulit dan waktu kita datang bukan jam mau sunset. Kebayang deh kalau sunset disini pasti bagus banget. Sungguh Indah cipataan Tuhan.

Muara Cipanarikan
Satu yang akhirnya kita pelajarin dari perjalanan ini, beberapa kali ketempat yang pemandangannya bagus harus selalu melewati jalan yang susah dulu, jelek, ancur, mendaki, jauh.. hahaha... dan kalo di analogikan untuk kehidupan sama aja yaa.. untuk mendapatkan sesuatu yang bagus dan baik, kita harus ngelewatin yang susah-susah dulu. "Berakit-rakit ke hulu bersenang-senang kemudian".
Setelah dari Muara Cipanarikan,kita siap-siap pulang karena mau mampir ke Curug Cikaso. Curug Cikaso ini terletak didesa Surade, jadi searah sama jalan pulang. Akses kesana lebih gampang karena banyak petunjuk jalannya. Sampai disana kita ditawarin beberapa alternative tempat pariwisata. Ada Curug Cikaso yang punya 3 air terjun. Ada Curug x yang lagi gak bisa dikunjungi (lupa namanya..hehe), ada lagi pariwisata pertemuan laut dengan sungai. Tapi yang terakhir ini waktunya cukup panjang dan biayanya rada mahal akhirnya kita milih curug cikaso aja. Biaya kapal kesana 80.000/perahu. Perjalanan ke Curug Cikaso Cuma sekitar 15 menit. Di perjalanan, kita sadar ternyata air sungai ini berwarna hijau. Dang! Jauh-jauh ke Pangandaran gak dapat sungai berwarna hijau, eh disini juga ternyata ada. Yang lebih kerennya lagi, awal kita naik perahu itu air sungainya masih coklat, makin dekat ke curug makin hijau. Dan ada semacam batas dimana peralihan antara air sungai warna coklat ke air sungai warna hijau, dan batas itu sangat jelas. Subhanallah.


Curug Cikaso
Pas nyampe sana pun cuma bisa bilang Subhanallah. Pemandangan air terjun nya cantik. (^_^)
Dan tetap eksis! (^_^)

Sunday, June 5, 2011

Tanjung Bira, Liukang Loe, Makassar - November 2010 (underwater pictures)

Di part ini gw cuma akan nampilin foto alam bawah laut Liukang Loe. Ini bukan original foto punya gw secara gw gak punya camera underwater. Tapi tenang gw udah minta ijin sama yang punya foto kok..hehehe