Wednesday, July 25, 2012

Dieng, Wonosobo - Mei 2012

Long Weekend getaway kali ini akhirnya masih di Pulau Jawa, rencana pertama itu kalau gak ke Derawan di Kalimantan Timur atau  Dodola di Maluku Utara (list #1 dan #2 dari 11 Destinasi di Indonesia yang pernah gue posted di blog ini). Sayang nasib baik keuangan sedang tidak berpihak ke gue, alhasil gue menunda kedua rencana diatas. Hey Maluku Utara, I'll see you next year!

Ini bukan kali pertama kunjungan gue ke Dieng. Di 2007 gue pernah ke Dieng untuk kerja. Saat itu gue belum sebegitunya sama traveling + ditambah kerjaan konsultan yang tiada henti dan tiada tara (#eh apa sih.. hehehe), jdnya saat itu gue cuma pergi kerja pulang kerja (PP Dieng Wonosobo) setiap hari secara penginapan gue di Surya Asia Wonosobo.
Dieng 2007
Gak banyak yang gue tau tentang Dieng saat itu, cuma kentang dan teater Dieng, itupun gue gak kesana. Gue sempet foto di Gardu siang hari, sempet diajak ke Candi Semar (kalo gak salah), melewati tugu kematian (serem banget ya namanya, cuma seinget gue emang disebutnya ini kok) dan menikmati perjalanan 1 jam sekali jalan, so total sehari 2 jam untuk pergi dan pulang ke kantor + sempat foto Pelangi cantik (^_^).

Friday, June 29, 2012

Fakta Menarik dibalik kata "Batik"


Tanpa bermaksud plagiat tulisanya Ve Handojo, gue cuma pengen re-post tulisan dia dari buku The Journey 2 dengan judul "Berburu Gajah, Garuda dan Naga ke Trusmin". Menariknya dari tulisan ini adalah fakta dibalik kata "batik" yang mungkin banyak dari kita juga mengira batik adalah sebuah kain, tapi ternyata bukan.

Berikut ringkasan hal-hal yang menurut gue cukup penting untuk diketahui.

Ternyata batik bukan punya Indonesia saja! Menurut salah satu maestro Batik Indonesia yang sudah almarhum, Bapak Irwan Titra, secara harfiah “batik” adalah teknik menghias permukaan kain (tekstil) menggunakan metode menahan pewarna (dye resist).  Banyak artefak-artefak berupa kain yang dihias dengan metode seperti ini. Yang paling tua itu asalnya dari Mesir pada abad keempat sebelum masehi, dan dari Cina pada abad kedepalan Masehi. Malaysia amat berhak meng-klaim bahwa mereka punya batik, tapi itu adalah Batik Malaysaia. Beda nya Batik Indonesia dengan Negara lain itu karena Indonesia melakukannya dengan teknik canting.  Penggunaan canting untuk membuat batik tulis ini yang menjadikan batik Indonesia berbeda dengan yang lain-lain. Sementara itu, di Malaysia, orang membatik menggunakan kuas dan di Eropa tidak satu pun yang menggunakan canting.

Selain penggunaan canting, batik Indonesia juga menjadi istimewa karena nilainya yang melebihi dari kesadar bahan pakaian. Jadi begini, kalau kita Tanya ke pebatik Negara lain apa makna dibalik motif bunga mawar yang mereka gambar, maka mereka akan memandang kita dengan tatapan sinis dan bilang “Ya artinya bunga mawar! Mau makna apa lagi?!” Sementara, kalau kita ditanya apa makna sepasang sayap di sehelai kain Batik asal solo, bisa menjelaskan banyak hal tentang Indonesia.

Dan pengerjaan sehelai kain baik tulis memakan waktu empat bulan hingga setahun penuh. Kerumitan pembuatan sehelai batik tulis bukan hanya terletak di penggambaran motif-motif nya yang sangat detail, tapi juga diproses pewarnaannya yang rumit dan harus dilakukan berulang kali.  Kain katunnya pun tidak bisa begitu saja langsung dibatik. Kain tersebut harus direbus dan didihkan dulu. Dipukul-pukul supaya seratnya bisa menerima malam dan diwarnai.

Berbagai proses yang rumit inilah yang sebenarnya diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Jadi jangan salah kaprah! UNESCO bukan “memberikan” atau “mentabiskan” batik sebagai milik Indonesia. UNESCO mengakui Batik Indonesia sebagai *Warisan Budaya Dunia Tak Benda*. Artinya, yang diakui bukannya “benda-nya”. Bukan sehelai kain batik. Bukan motif-motifnya. Yang diakui sebagai warisan budaya dunia adalah prosesnya. Tepatnya, proses pembuatan Batik Tulis, bukan batik cetakan atau sablonan. 

Kalau masih ingin tau lebih banyak tentang Batik Indonesia atau tulisan Ve Handojo yang lain bisa buka  di http://venhandojo.wordpress.com


Gianyar, Bali

Salah satu foto ketika saya mengunjungi pembuatan batik tulis di Gianyar, Bali.
Batik tulis dengan teknik canting yang dinobatkan sebagai World Heritage "Warisan Budaya Tak Benda" oleh UNESCO.

Sunday, June 24, 2012

Mengejar Windy Ariestanty

Sebelumnya minta maaf dulu ya ke pembaca, karena belum selesai curhat tentang Dieng, udah loncat ke tulisan ini.. dimaafkan kan ya pembaca... Hehe

Jadi intermezzo ini berawal dari gue mungut brosur di jembatan penyebrangan depan ratu plaza. *penting gilak ya bo, tiba-tiba gue kepirikan aja gitu mungut brosur yang bertebaran di jembatan..hahaha* .. tapi ternyata penting buat gue karena brosur itu berisi Katalog Acara Jakarta Book Fair 2012, yang mana dulu gue hampir gak pernah ngelewatin event tahunan ini. tapi sejak lebih sering beli buku online yang diskonnya lebih gede gue udah jarang datang ke book fair. 

Menariknya dari brosur itu karena salah satu acara untuk hari minggu 24 Juni 2012 adalah talks show penulis buku The Journey 1 dan The Journey 2, yaitu : Windy Ariestanty, Alexander Thian, Valiant Budi, Farida Susanti, Ferdiriva Hamzah, Trinzy Mulamawitri, Rahne Putri. (that's what stated there). Sebenarnya dari nama-nama yang disebutin gue cuma tau 2 orang, pertama Windy Ariestanty (one of my favorite writer) yang nulis buku "Life Traveler" dan kedua Valiant Budi yang nulis buku "Kedai 1001 Mimpi".

Wednesday, May 23, 2012

Kuala Lumpur, Hong Kong, Macau - Maret 2012 (Part II)

Day #3
Rencana hari ini adalah Giant Budha (Ngong ping 360) - Citigate - Disneyland - Ladies Market dan Argyle Center. 
Lokasi Giant Budha di Lantau Island - MTR Tung Chung Line. Karena penginapan di Mong Kok which is MTR Tsuen Wan Line jadi kita harus cari interchange, bisa di Central Station atau Lai King Station. Ketika kesana kita milih interchange Central Station yang nyambung dengan Hong Kong Station, jalannya cukup jauh juga kalau pake pilihan ini. Perjalanan ke lantau island sekitar 40 menit. Turun di Tung Chung Station langsung disambut dengan Citigate!!. Citigate itu semacam factory outlet nya branded fashion such as Bally, Burberry, Zara, Mango, Guest, Esprit, dll. Kebayang ya kalo gak limited budget kesini pasti gue udah membeli barang dari salah satu brand itu. Walaupun gak berencana beli tetap aja kudu yang namanya window shopping dan tiba-tiba gue jatuh cinta sama winter coat nya Mango 70% discount. Tuhan tolong saya! .. hehe. Gak beli tapi gue foto itu coat, berharap suatu saat bisa beli nitip sama siapapun yang ke HK
Yang mau belanja!!!!  :p
Giant Budha (Ngong ping 360). Dari citigate ini ada petunjuk untuk ke Giant Budha naik cable car. Sangat disayangkan saat itu cable car lagi maintenance dan jadilah kita naik bus dengan biaya 35 HKD (PP). Naik bus kesini jauh dan lama, perjalanan pergi sekitar 60 menit, PP jadinya 120 menit. Pemandangan yang dilihat sih bagus but IMHO kinda wasting time. Perlu diingat wisata Giant Budha ini gratis!! ketika ada yang nawarin tiket itu sebenarnya cuma beli snack + lunch yang mengatasnamakan tiket ke Giant Budha. Waktu itu gue gak tau dan sempet bayar 25 HKD, gpp sih untung nya dapat makanan tapi kalau gak mau makan disini ya gak usah dibeli tiketnya. Ngong Ping 360 ini sebenarnya berisi kuil-kuil dan terdapat patung budha yang sangat besar, untuk mencapai patung ini kita harus naik tangga dan cukup tinggi. Setelah berhasil ke Giant Budha kita ketempat restoran untuk ambil makanan yang ternyata letaknya disebelah kuil. Banyak orang chinese yang berdoa ditempat ini dan disini banyak semacam dupa yang disediakan bagi mereka yang ingin beribadah. Sedikit pelajaran mengenai piring kotor di HK dan tweet yang gue baca baru-baru ini, ternyata di tempat yang pernah gue kunjungi seperti Singpore dan HK setelah makan kita harus meletakkan piring kotor sendiri ketempat yang sudah disediakan. So guys, keep in mind this culture if you go aboard!
Saran: Kalau ke Ngong Ping 360 disarankan naik crystal cable car - cable car yang bawahnya transparan. This is gonna be fun! Trust me! walaupun gue gak sempet naik cable car tapi bisa ngerasain seru + deg"an nya naik cable car dan bisa liat kota dibawah dari pijakan kaki lo..hihihi!

Tuesday, May 22, 2012

Kuala Lumpur, Hong Kong, Macau - Maret 2012 (Part I)

Bermula dari Airasia Big Promo di Mei 2011, Alhamdulillah jadilah trip 5 hari KL, HK, Macau Maret 2012.
Keinginan gue ke Hong Kong itu udah dari tahun tahun sebelumnya, melebihi keinginan ke Korea dengan alasan, satu-satunya negara di Asia yang memiliki Disneyland dan Madame Tussaud. Hahaha *cetek* :p

First thing to do adalah membuat itinerary. Mulai lah gue dengan googling "Must Visit Hong Kong", browsing MTR Map sampe browsing hostel murah. Kegiatan ini salah satu kegiatan yang paling menyenangkan buat gue, serius!! dan gue akan dengan senang hati berbagi itinerary detail (if u need, ask me then). Gue senang dengan kegiatan browsing tempat wisata, liat alamat dan browsing di peta untuk letak pastinya + melewati MTR station yang mana. --> emang passion nya ini kali yaaa (^_^)
Dari pengalaman gue bikin itinerary HK + Macau yang paling susah itu Macau, karena di Macau gak ada MTR jadinya hanya mengandalkan peta + alamat + lokasinya di macau island or taipa island. Ketika buat ini sih bener-bener gak kebayang ya Macau itu kayak mana.. hehe :)

Setelah itinerary jadi, dilanjutkan dengan bikin budget trip. Budget trip yang dibuat ini hanya untuk living cost disana  + biaya beberapa tempat wisata yang udah pasti akan dikunjungi, exclude biaya belanja dan oleh-oleh pastinya. Selesai dengan budget dilanjutkan dengan International Travel Things To Do, intinya sih seperti "Do & Don't" nya ketika travel aboard dan perintilan kecil yang kira-kira penting untuk dibawa. Oh iya, pelajaran yang gue dapat dari browsing hostel..Kalau emang udah fixed dengan tempat nginepnya sebaiklnya langsung booked. Pengalaman gue menunda booked, ketika mau booked H-1 bulan penginapan yang kita mau sudah full!! Hehe...

Hal-hal yang harus gue ingetin, kira-kira:
  1. Kita pergi gak pake bagasi, so mau pake ransel / koper, please bear in mind berat nya gak lebih dari 7 kg. Maksimum cabin itu 7 kg.
  2. Cairan di cabin. Secara kita gak pake bagasi, diinget ya pembersih muka, sabun, parfum, dan toiletries lainnya botolnya gak lebih 100ml setiap botol dan dimasukkan kedalam transparent bag.
  3. Cuaca di Hong Kong lagi peralihan dari musim dingin ke musim semi. Kemarin gue liat di web antara 19 - 21 derajat. Posting temen gue baru-baru ini 17 derajat. Jadi jangan lupa jaket dan semacamnya. 
  4. Sepatu. Kenapa gue bilang sepatu, incase mau masuk ke Casino, gak boleh pake sendal. 
  5. International Adaptor. Gue confirm ke temen gue disana itu colokan 3 kaki, jadi charger blackberry jangan lupa diganti, eh bawa dua-duanya aja deh biar aman. (Ternyara dibeberapa hostel mereka justru nyedian colokan kaki 2 kayak di Indonesia, jadi biar aman tetep bawa dua-duanya).
  6. Saran gue sih bawa another pocket bag, maksudnya tas lipat.. In case bawain jadi tambah banyak pas pulang.
  7. Bawa tas kecil untuk nyimpen passport, duit, tiket dan dokumen lainnya.
  8. PULPEN!! Kind of small stuff tapi bantu banget buat isi imigration card biar gak gantian.
  9. Bawa obatan-obatan pribadi!!
  10. Tissue dan Tissue basah
Terinspirasi dari novel "Life Traveler" gue dan Wanda beli "Space Maker" untuk bikin baju" jadi lebih tipis dan nyisain banyak space dan beli "Flat Back Travel Pillow". Kedua barang ini bisa dibeli di Ace Hardware dan bisa di googling untuk masing-masing kegunannya.

Selesai itu semua, H-1 gue web check-in semua tiket jadi nanti pas di Bandara gak terlalu ribet sama check-in secara pas pergi kita semua gak pake bagasi, ceritanya "backpacker". Hal yang rutin gue lakukan adalah gue kirim nomor penerbangan gue + seat + take off time ke temen gue untuk semua penerbangan (dengan catatan, gue bilang ada kemungkinan gue akan tukeran dengan yang duduk didekat jendela ketika seat resmi gue gak disitu... hehe). Somehow it's just small thing to do that maybe useful for someone knowing your flight 

Hari H, gue post di facebook "a low-budget traveler yet 'boodschappen doen' lover and mmhm a dress-up flashpacker indeed". Hehehe --> Norak ya :p