Wednesday, January 28, 2015

Sunset Over Bukit Berahu

am a sunset lover, a sunset hunter as well. Wherever I go I always find a way to enjoy sunset.

Last December, I went to Belitung. I stayed at Bukit Berahu Cottage which is the perfect place to see sunset. December is the beginning of the rainy season in Indonesia, so I expected nothing for the sunset.  Yet when I arrived in Belitung, I felt so lucky because it turned out the weather was so bright. I didn’t have any plan on the day of the arrival. I just wanted to enjoy the place. Another luck was I had a beach view room, so I can enjoy sea waves sound and sunset without walking away to the beach. 

Well enjoy the stunning sunset ...

Sunset underneath my sunglasses


Saturday, January 3, 2015

Dari Yang pernah bercita-cita jadi Menteri Pariwisata

Abis membaca tulisan dari beberapa travel blogger yang intinya tentang surat terbuka untuk Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kritik dan saran untuk kemajuan pariwitasa Indonesia dari mereka-mereka yang cinta Indonesia dan peduli akan pariwisata Indonesia.

Dan gue jadi keikutan pengen nulis, iya emang anaknya ikut-ikutan. Tapi tulisan ini bukan tentang surat terbuka, cuma tulisan dari bocah yang pernah bercita-cita jadi Menteri Pariwisata. Hooh aneh emang cita-citanya, sampai ketika di facebook ada semacam games “how well do you know me?” hal ini gue jadiin pertanyaan, “gue mau jadi menteri apa?” .. Banyak yang salah jawab ketika itu, gue yang berlatar belakang pendidikan sebagai akuntan diduga ingin menjadi Menteri Keuangan.. Hahaha, salah besar saudara-saudara! :P Well currently I trapped as a government slave instead yang masih senang jalan-jalan dan sedikit menulis.

Travelling hari gini makin trendy yaa, semacam ketinggalan jaman kalau long weekend cuma di rumah.. *iya ini gue juga masih sering merasa kayak gini kok* .. Hahaha. Apapun alasannya semakin banyak orang yang jalan-jalan. Ah menurut gue orang dari dulu juga jalan-jalan sih, cuma saja dulu teknologi belum secanggih sekarang yang seluruh dunia bisa tau kita lagi kemana ama siapa #eh . Dulu bukti sebuah perjalanan hanya bermodalkan kamera film yang kudu cetak baru foto bisa dilihat dan itupun hanya kita sendiri yang menyimpan, cuci cetak aja mahal, boro mau cetak lebih buat dibagi ke orang. Hahahahahaha.... 

Kalau ditanya kenapa sih Ri, segitunya pengen jalan-jalan terus. Jawaban pertama pasti “PETA”. Kenapa gitu? Iya karena seinget gue (sebelum gue dibelikan majalah Bobo, komik donal bebek, sampai majalah kawanku & gadis) buku pertama yang dibuka Papa didepan mata gue itu ATLAS INDONESIA & DUNIA, dan Atlas ini masih gue simpan sampai sekarang padahal gue yakin itu negara banyak yang udah berubah, secara di Atlas itu Russia masih disebut Uni Soviyet.

Tuesday, December 30, 2014

Visa Oh Visa

Di 2014, gue melakukan perjalanan besar 3 benua 4 negara yaitu Mesir, Yordania, Yunani dan Turki. Kenapa 3 benua? karena Turki merupakan bagian dari Benua Asia dan Benua Eropa. Sebagai penduduk yang memegang passport Indonesia, sungguh sangat disayangkan kita harus membuat 4 visa karena masing-masing negara membutuhkan visa yang berbeda. Sampai saat ini pemegang Indonesia Passport masih harus memerlukan visa untuk masuk ke banyak negara.

Visa Turki
Dimulai dari yang paling mudah dulu ya. Visa Turki termasuk mudah, bisa visa on arrival dan sekarang dipermudah lagi e-visa. Bisa buka website nya disini atau langkah-langkahnya bisa dilihat di blog temen langkah e-visa. Biaya visa turki 25 USD.

Thursday, December 25, 2014

3 Jam di Gili Trawangan

Akhinya gue berkesempatan untuk ke Lombok dan punya waktu untuk ngunjungin trio Gili (Gili Air, Gili Meno, Gili Trawangan), well not literally ketiga tiganya sih, gue cuma ke Gili Trawangan yang sebenarnya lebih karena penasaran sama bentukan pulau itu.

Pemandangan ke Pelabuhan Bangsal

Eternal Sunshine of The Spotless Mind.

Ada yang tau film itu? Itu salah satu film favorite gue, kalo kata wikipedia sih ini. Intinya ini film tentang gimana menghapus kenangan tentang hubungan dengan seseorang, but at the end it won't work. Some say "when it's a heart's call, you just can't deny".

Entah kenapa gue memilih judul itu untuk tulisan ini, tulisan yang sebenarnya akan mencerikan tentang fase saturn return yang gue alami menjelang umur gue berubah ke kepala tiga. Inget tulisan sebelumnya disini. Kalimat menempa mental supaya menjalani kehidupan dengan cara terbaik di usia mendatang, nampaknya itu yang terjadi sama gue.

Beberapa tahun lalu, gue pernah mengalami fase "the lowest point of my life". Iya itu fase dimana gue pengen banget ilang ingatan untuk satu hal itu karena "it's so damn hurt". Lalu gue pernah nonton di The Good Doctor (korean drama.red), dimana si dokter yang mengalami autisme dan kejadian buruk pada masa kecilnya bilang "saya gak mau melupakan masa lalu saya walaupun itu menyakitkan, karena ketika saya berusaha sangat untuk melupakannya, memori sel otak akan kenangan baik bersamanya  akan hilang juga.  Saya cuma punya memori itu tentang Ibu saya, jadi saya gak mau melupakannya". Gue berasa 'deg'.. Iya ya mungkin karena itu gue bisa dibilang gak inget banyak hal tentang kejadian-kejadian yang terjadi beberapa tahun belakangan terutama sejak 2007. Berusaha sekuat tenaga untuk gak inget-inget bikin gue justru melupakan memori baik yang yang juga terjadi pada masa itu.