Tuesday, August 2, 2011

Perjalanan Menemukan - The Journey


Hal paling menarik dari melakukan perjalanan adalah menemukan.

Pada perjalanan panjang-panjang itu, dan mungkin juga singkat, kita hanya berharap menemukan. Menemukan sesuatu untuk dibawa pulang. Mungkin juga dikenang lalu diceritakan.

Dari gerbong kereta api, dari sebuah ruang tunggu bandara, dari atas bus yang berderit diatas jalanan berdebu, dari biru air laut, dari tapal batas yang coba dilintasi, dan dari keriaan sebuah pasar, kita diam-diam berharap menemukan sesuatu itu.

Menemukan apa saja. Mulai dari yang penting, kurang penting, bahkan tidak penting sama sekali. Kadang apa yang ditemukan di tengah perjalanan justru diluar dugaan. Mengejutkan kita. Membuat kita merasa seolah menemukan harta karun. Tak jarang juga kita justru tak menemukan apa yang kita ingin temukan. Bahkan, bisa saja, kita menganggap tak menemukan apa-apa. Tapi tak menemkan apa-apa pun menemukan, bukan?

Dan di akhir perjalanan, kita tahu, kita telah menemukan sesuatu. Sebuah cerita.

Cerita diatas dikutip dari opening novel The Journey - Kisah perjalanan para pencerita.

Kalo gwa ditanya tentang perjalanan. What is traveling? Traveling is learning. To travel means to learn. (^_^)

Friday, June 24, 2011

Top 25 Destination in the World - Tripadvisor

  1. Cape Town, South Africa
  2. Sidney, Australia
  3. Machu Piccu, Peru
  4. Paris, France
  5. Rio de Janeiro, Brazil
  6. New York City, New York
  7. Rome, Italy
  8. London, United Kingdom
  9. Barcelona, Spain
  10. Hongkong, China
  11. Kyoto, Japan
  12. Queenstown, New Zealand
  13. Jerussalem, Israel
  14. Siem Reap, Cambodia
  15. Prague, Czech Republic
  16. Venice, Italy
  17. Buenos Aries, Argentina
  18. Ko Phi Phi Don, Thailand
  19. Honolulu, Hawai
  20. St. Petersburg, Russia
  21. Florence, Italy
  22. Grand Cayman
  23. San Fransisco, California
  24. Petra / Wadi Musa, Jordan
  25. Las Vegas, Nevada

Wednesday, June 8, 2011

Ujung Genteng - May 2011

Ahey back to perjalanan gue ditahun 2011 ini. Setelah Pangandaran, gue dan teman Bapepam memutuskan untuk ke Ujung Genteng. Sejujurnya gue sudah lama ingin ke tempat ini, tapi belum kesampaian, dikantor lama gue gak banyak yang suka backpacker + rencana pergi sama anak Arghjata pun belum kesampaian, sama temen-temen SMA banyak banget dah hambatannya..Hehehe. Alhamdulillah tahun ini gue bisa merealisasikan salah satu keingan gue.

Rencana ini pun sempat mengalami hambatan beberapa kali, yang gue ada meeting, ujian Belanda, dll. Akhirnya kita sepakat pergi setelah gue ujian Belanda, kali ini yang pergi - Gue, Wanda, Widud, Rizka -. Sebenarnya perjalanan ini gak bisa dibilang full backpacker, rencana tiba-tiba berubah dari pergi Jumat malam naik bus, jadi sabtu pagi naik mobil Wanda dengan Widud sebagai supir. Malamnya nginep dirumah Wanda biar besoknya langsung berangkat pagi-pagi. Tapi karena gue sempet nemenin Nadia dulu ke GI, gue nyusul kerumah wandanya. Berbekal keingan gak mau naik taksi, gue nyambung-nyambung bus kerumah Wanda. Dari GI naik 213 ke perempatan pramuka, dari situ nyambung bus ke Terminal Pulo Gadung. Hohoho, jam menunjukkan jam 11 malem saat itu. Dari terminal Pulo Gadung have no idea mau naik apa kerumah nya Wanda, ingin naik taksi ternyata gak ada taksi yang oke. Tukang Ojek pun menggoda minta dinaikin, Hahaha naik ojeklah gue. Ternyata kerumah Wanda itu ngelewatin pabrik-pabrik..Jauh bet dah! dan gue sama sekali gak tau daerah situ. Dikata disasarin sama tukang ojek, gue juga gak tau. Bismillah aja deh gue naik itu ojek. Alhamdulillah ojek ini baik, gue diantarkan dengan selamat. Nyampe rumah Wanda jam 11.30 p.m. bersih-bersih dan siap-siap tidur. Sebelum tidur ternyata Widud udah datang, dan ngakak ketika tau dia bawa KOPER!. Bwahahaha mau kemana neng, ini pergi cuma semalem...hadeh! :)

Sabtu pagi kita niat berangkat jam 4 pagi, tapi jadinya jam 6. Jedeng! Dengan mengucap bismillah kita mulai perjalanan ini. Dari Jakarta lewat Sukabumi. Diperempatan pelabuhan ratu kita sempet tanya orang arah Surade mau ke Ujung Genteng. Melihat kita semua cewek dan baru pertama kali ke Ujung Genteng, Bapak ini nunjukkin jalan lewat arah Pelabuhan Ratu, nanti ada pentunjuk jalan kata Bapak itu. Dibilang sih jalannya berkelok-kelok tapi rada bagusan katanya. Jadilah kita nurutin Bapak itu.
Beneran aja donk, itu jalanan kurang bersahabat. Udahlah berkelok-kelok beberapa rada rusak juga. Dan berdasarkan website perjalanan kesana sekitar 7-8 Jam, tapi entah mengapa kita berasa ini perjalanan lama banget. Sepanjang perjalanan kita udah melewati beberapa hutan dari mulai hutan karet, hutan pinus, sampai kebuh teh, sempet ngelewatin padang ilalang juga kayaknya. Lengkap sudah! Hehehe. Akhirnya sampailah kita didaerah yang bernama Jampang Kulon dan kita berhenti di Alfamart pertama yang kita lihat. Dari situ kita musti lewatin Surade dulu baru ke Ujung Genteng. Saat itu udah jam 2an gitu dan karena Lapar akhirnya kita makan dulu di Rumah Makan Padang. Oh iya, petunjuk jalan disini rada ajaib, dibilang lah Surade 25km trus udah lama jalan nemu petunjuk jalan Surade 22km, hadeh perasaan tadi udah jauh tapi cuma 3km doank (-.-"). Lainnya, ada petunjuk jalan ke Ujung Genteng 15km tapi belum lama jalan udah ada petunjuk kalo Ujung Genteng udah deket. Sepertinya orang sini kurang bisa membuat skala dengan baik dan bener.. Hahaha. Tapi alhamdulillah setelah melewati itu semua, sampai juga kita di Ujung Genteng sekitar jam 4an.

Sawah berbatasan dengan laut
Pantai di Ujung Genteng
Sore itu kita langsung ke Pangumbahan beach, tempat Penangkaran Penyu karena udah mau sunset dan acara pelepasan penyu sudah akan dimulai. Langsunglah kita sewa ojek untuk nganter kita, padahal dapat penginapan aja belum..Hahaha (-.-"). Kita gak jadi ke tempat sunset karena waktunya mepet, lagian mendung takutnya udah jauh-jauh malah gak dapat sunsetnya. Akhirnya kita ke Penangkaran Penyu doank. Jalan menuju tempat ini, beh.. jangan ditanya dah..gak jelas banget! katanya dulu cuma bisa dilewatin sama motor, cuma sekarang mobil udah bisa lewat walaupun jalannya sempit. Kita bener-bener jalan dipinggir laut trus lewatin rawa-rawa plus kalo air pasang bisa-bisa airnya sampai dengkul, alhamdulillah saat itu lagi gak pasang. Sampai ditempat sambil nunggu acara mulai seperti biasa sesi foto dimulai. Ombak ditempat ini cukup gede secara pantai selatan yaa, tapi gak tinggi-tinggi banget juga dan bukan tempat surfing. Jam 5.30 acara pelesan penyu dimulai. Ya ampun, you must see! Penyu nya lucu banget.. unyu-unyu! Halah :P. Acara pelepasan ini harus sekaligus banyak penyu karena kalau satu bisa lansung dimakan ikan pas nyampe dilaut. Kalau barengan lebih banyak yang bisa survive. Ketika pelepasan pun dikasih garis batas antara kita dan penyu yang akan dilepas, ketika udah dilepas kita gak boleh langsung maju karena takut ada penyu yang balik kena ombak trus ke injek kita...Huhuhu, dasar orang Indonesia susah dikasih tau, baru penyu nya dilepas..ehh udah pada berebutan maju, alhasih ada penyu yang keinjek anak kecil! (-.-") untung gak mati...huhuhu.

Sunset di Pangumbahan Beach - Mendung

Kami penyu kecil ingin ke Laut
Pulang dari acara pelepasan penyu..barulah kita mencari penginapan. Hahaha dan itu udah jam 6an lewat udah mulai gelap gitu..hihihi! Dasar cewek-cewek nekat. Alhamdulillah, akhirnya kita dapat penginapan juga, walaupun so so tapi mayanlah buat tidur 1 malam doank. Setelah makan malam kita istirahat tidur untuk bangun tengah malam liat penyu bertelur.

Tengah malam gue dibangunin Wanda. Dia tanya sms dari si tukang ojek yang intinya nanya jd mau liat penyu atau gak?. Mhhmm, could not recall the detail but this Tukang Ojek sms pake bahasa 4L4Y. Hahaha, butuh beberapa menit untuk ngerti, e.g. : Back = Mba, 2Q = Tuki (nama dia), Gaet = Guide, etc yang bikin lo ngakak" pusing dah kalo baca. Saat itu udah jam set.12 kalo gak salah. Akhirnya yang niat ikutan cuma gue sama Wanda. Naik ojeklah kita ke tempat itu penyu melewati jalan yang sore-sore kita lewatin, cuma ya itu tengah malam. Sumpah horor abiss! Gue baru sadar ditengah jalan, asli nekat banget ini gue yaaa..dikata tukang ojeknya mau jahat juga susah gue kaburnya, sampai sempet kepikiran lari ke laut. Astaghfirullahalazim jangan sampai, ketok-ketok meja!.

Sampai ditempat penyu, ternyata udah ramai tapi belum ada penyu yang naik. Akhirnya kita nunggu dipingggir pantai sambil ngobrol-ngobrol sama penjaga penyu. Sebenarnya obrolan kita panjang dan cukup bermanfaat secara gue bawel tanya-tanya, tapiii...again! short term memory loss, gue gak inget banyak apa aja yang gue obrolin...Hahaha :P. Intinya penyu-penyu yang biasa bertelur kesini most likely adalah penyu yang asalnya dari sini juga, it's like they have a good insting going back home. Dan penyu kecil-kecil yang dilepas pas sore itu kalau berenang bisa sampai Australia. Wow, berasa kalah ama penyu gue..Hahaha. Dan biasanya penyu dewasa banyak bertelur sekitar bulan september - october. Sekali bertelur prosesnya butuh waktu sampai 2 jam-an karena mereka menggali pasir dulu untuk nyari posisi bertelur yang oke. 

Lama nunggu penyu gue tidur-tiduran yang akhirnya ketiduran beneran. Sungguh gak berasa, enak banget tidur diatas pasir putih. Dingin tapi gak bikin basah baju. Beneran pengen lagi!. Suasana malam itu pun romantis-romantis gimana gitu secara full moon aja! (sayang beduaan nya sama Wanda (-.-") hehe). Yang bagus nya lagi full moon itu seperti nyinarin sebagian laut, jadi kalau diliat kelaut seperti ada pancaran cahaya gitu. KEREN! sungguh. Kalo mau dibilang no picture = hoax terserah deh, soalnya gue udah berusaha foto itu pemandangan tapi gak berhasil.

Terang Bulan
Frustasi 2 setengah jam nunggu penyu gak datang-datang, akhirnya gue dan wanda memutuskan pulang, huhuhu sayang juga sebenarnya. Tapi tak apalah next time berarti harus berhasil liat penyu bertelur. Pas pulang kan gue nak ojek si 2Q ini, gue sempet bingung tiba-tiba dia nyambungin 2 kabel gitu, gue kira motornya rusak ternyata itu cara nyalain motornya musti disambungin 2 kabel. (-.-") Sungguh kreatip kau 2Q!

Pagi nya, lagi lagi demi mengejar sunrise gue harus bangun so early in the morning. Abis sholat subuh langsung siap-siap kamera. Seperti tempat-tempat sebelumnya, kita harus ke sisi sebelah timur untuk liat sunrise dan itu sulit dijangkau dengan jangan kaki (a.ka. rada jauh). Jadilah kita menyewa ojek. Oh iya, sebenarnya ojek gue ini udah paketan. Jadi untuk nganter ke Penangkaran Penyu sore, Penyu bertelur tengah malam, sunset dan sunrise (antar jemput) itu sekitar 100rb/orang. Rada mahal sih ya, tapi kita gak punya pilihan lain selain ojek, bisa aja sih kalau mau naik mobil sendiri cuma pasti malas karena jalannya kurang bagus. Ada beberapa spot untuk liat sunrise, pertama deket pasar kedua dekat menara. Menurut gue yang paling bagus deket menara karena tempat itu di pinggir pantai banget tapi kita rada nyamping liat sunrise nya. Kalau yang dekat pasar gak ada pantai nya dari pembatas langsung laut, cuma disini udah jadi spot favorite selain lebih dekat kita langsung lurus ngeliat sunrise nya. Jadi kalau yang mau liat sunrise, bilang tukang ojek nya minta anter ke tempat yang dekat menara. but it's about preference sih, terserah kalian aja mau dari mana.




Awalnya kita udah hopeless karena matahari nya gak muncul-muncul, kita pikir mendung akhirnya kita cuma foto-foto doank. Tapi tiba-tiba ada setitik cahaya diantara gunung. Gue dan wanda langsung treak kegirangan. yeah, Matahari nya muncul! Dan sunrise disini termasuk salah satu yang bagus, sunrise nya gak langsung keluar dari batas cakrawala, tapi muncul dari balik bukit. Kalau diliat akan ada kombinasi antara laut, gunung, matahari dan awan. So cool! (^_^). Puas foto-foto, kita balik ke penginapan siap-siap untuk ke Muara Cipanarikan.

Awalnya ini tempat yang harus dikunjungi kalau kemarin sore liat sunset. Tapi tak apalah yang penting kita harus ketempat ini. Muara Cipanarikan ini lebih jauh dari tempat penangkaran penyu dan akses kesana tetap naik ojek secara jalan kesana lebih parah lagi. Bener-benar kiri kanan rawa, jalan lumpur, rada mirip masuk hutan gitu. Tambahan lagi pas udah mau nyampai tempatnya, jalan itu cuma bisa dilewatin satu motor yang mana sebelah kanan kita itu semacam danau rawa. Dan si tukang ojek ini bilang, di danau itu banyak buaya nya mbak..Dang! mendadak parno. Ya iyalah, buaya gitu yang nyium bau daging bawaannya pengen makan. Horor dah! Taapiiii..... pas udah nyampe, sungguh gak akan kecewa. The landscape was so beautiful. Pertemuan antara muara danau dan laut. Baguuussss!!!! Tempat ini sungguh sepi, mungkin karena aksesnya sulit dan waktu kita datang bukan jam mau sunset. Kebayang deh kalau sunset disini pasti bagus banget. Sungguh Indah cipataan Tuhan.

Muara Cipanarikan
Satu yang akhirnya kita pelajarin dari perjalanan ini, beberapa kali ketempat yang pemandangannya bagus harus selalu melewati jalan yang susah dulu, jelek, ancur, mendaki, jauh.. hahaha... dan kalo di analogikan untuk kehidupan sama aja yaa.. untuk mendapatkan sesuatu yang bagus dan baik, kita harus ngelewatin yang susah-susah dulu. "Berakit-rakit ke hulu bersenang-senang kemudian".
Setelah dari Muara Cipanarikan,kita siap-siap pulang karena mau mampir ke Curug Cikaso. Curug Cikaso ini terletak didesa Surade, jadi searah sama jalan pulang. Akses kesana lebih gampang karena banyak petunjuk jalannya. Sampai disana kita ditawarin beberapa alternative tempat pariwisata. Ada Curug Cikaso yang punya 3 air terjun. Ada Curug x yang lagi gak bisa dikunjungi (lupa namanya..hehe), ada lagi pariwisata pertemuan laut dengan sungai. Tapi yang terakhir ini waktunya cukup panjang dan biayanya rada mahal akhirnya kita milih curug cikaso aja. Biaya kapal kesana 80.000/perahu. Perjalanan ke Curug Cikaso Cuma sekitar 15 menit. Di perjalanan, kita sadar ternyata air sungai ini berwarna hijau. Dang! Jauh-jauh ke Pangandaran gak dapat sungai berwarna hijau, eh disini juga ternyata ada. Yang lebih kerennya lagi, awal kita naik perahu itu air sungainya masih coklat, makin dekat ke curug makin hijau. Dan ada semacam batas dimana peralihan antara air sungai warna coklat ke air sungai warna hijau, dan batas itu sangat jelas. Subhanallah.


Curug Cikaso
Pas nyampe sana pun cuma bisa bilang Subhanallah. Pemandangan air terjun nya cantik. (^_^)
Dan tetap eksis! (^_^)

Sunday, June 5, 2011

Tanjung Bira, Liukang Loe, Makassar - November 2010 (underwater pictures)

Di part ini gw cuma akan nampilin foto alam bawah laut Liukang Loe. Ini bukan original foto punya gw secara gw gak punya camera underwater. Tapi tenang gw udah minta ijin sama yang punya foto kok..hehehe








Sunday, May 29, 2011

Tanjung Bira, Liukang Loe, Makassar - November 2010


Rencana jalan ini berawal dari..mmhmm.. gw berencana untuk ketemu sama temen gw yang di Makassar sebelum Desember. Either di Jakarta atau di Makassar. Karena saat itu keadaan di Jakarta gak memungkinkan untuk ngobrol panjang lebar, akhirnya gw memutuskan untuk ke Makassar. Itupun akhirnya gw dapat kesempatan karena gw resign dari Deloitte (huhuhu..lho!!) untuk pindah ke Depkeu. Jadi gw abisin semua cuti gw biar gw bisa liburan - Not a literally liburan sih! --> Nah loh!.

Waktu itu gw udah beli tiket untuk di weekdays (lupa hari apa?) dan tiba-tiba gw liat facebook temen gw status nya tentang Tanjung Bira. Langsung lah gw update, ternyata dia bingung antara mau extend ke Bira atau gak, ihiy merasa ada temen yang mau ke Makassar juga akhirnya kita sepakat untuk pergi Bira, dan gw langsung change tiket gw jadi pulang minggu. Jiahh ini sih yang senang yang tinggal di Makassar, karena dia dari awal udah bujuk gw supaya pulang minggu bareng dia. Hahaha, akhirnya gw ganti tuh tiket tapi alhamdulillah alasannya bukan karena dia.

Gw berangkat kamis pesawat jam 5 pagi. Jedeng! niat amat yaa gwa.. soalnya selalu sayang buang2 waktu tiket kalau bisa dimaksimalin.. hihihi...Nyampe makasar jam 8, WITA, trus langsung ke kos-an temen gw didaerah deket panakukang. Seharian itu gw cuma muter2 kota Makassar yang notabene nya juga udah pernah gw kiterin sebelum-sebelumnya..hehe. Beneran gak jelas deh ini hari, dari mulai mall Karebosi sampai mall TranStudio. Ke Transtudio?? Gak donk tentunya, karena gw juga udah pernah kesana sebelum ini..hehe.

Perjalanan ke bira dimulai besoknya alias hari Jumat pagi. Ketemu temen gw, yang bernama Antho, didepan lobi Armais. Dari situ yang niatnya naik angkot ke terminal Malangkeri, jadinya naik taksi karena ternyata deket, jadi sama aja murahnya. Cumaaa!!! ini nih yang rada bahaya, pas masuk terminal,  belum pun turun dari taksi udah disamperin calo-calo terminal. Ampun deh Pak, parah banget yaaa!! ampe ada yang mau masuk mobil juga.. ckckck. Untung si Antho cowok -lho! lha iya lah nama Antho cowok, masa cewek..hehe- jadinya rada tenang dikit. Dari terminal kita naik yang namanya "pete pete". Intinya itu semacam mobil (kijang, phanter, AVP, dan sejenisnya) yang digunakan untuk transport ke terminal Bulukumba. Kalau lagi hoki sih dapat mobil yang bagus, tapi kalau gak, ya nikmatin aja deh ;P. Ongkos ke Bira sekitar 35 - 50 rban. Seinget gw sih gw bayar 35rb yaa, soalnya gw gak charter, kalau charter dan se-tim lo sedikit, jadinya malah lebih mahal. Perjalanan ke Bulukumba sendiri sekitar 4 jam-an. Kejadian #1, emang dasar angkot gak mau rugi, 35rb sih murah yaa, tapi ya itu, 1 mobil ber 10 + supir. Lo kebayang donk dibelakang ber4, ditengah ber4 dan didepan kalaupun bisa ber2, dipaksa ber2 sama si supir jadi total bisa 11 orang..ckckck! Itu perjalanan 4jam-an cukup menyiksa. Gw dan Antho duduk paling belakang dan sama2 di pojok, diantara kita ada 2 orang lagi. Untungnya gw dan Antho naik dari terminal jadi duduknya gak mau ngalah, kalau sempit bgt ya yang terpaksa ngalah yang ditengah...hahaha!. Kita berangkat dari Malangkeri jam 9 pagi dan sampai di Bulukumba sekitar jam 1an.

Dari terminal Bulukumba, kita nyambung "Pete -pete" lagi ke Tanjung Bira. Dari Bulukumba ke Bira harusnya gak lama yaa sekitar 1,5 jam-an doank dan ongkosnya pun 10rb saja. Tapi ya, secara gw dan Antho kesini juga ngeraba-raba dan modal backpacker, jadi pas di terminal Bulukumba kurang selektif milih mobilnya, asal murah naik. Hahaha "mure-han" dah!. Kejadian #2, ditengah perjalanan tiba-tiba mobil yang gw naikin ini berhenti cukup lama, sepertinya sih td ini carter-an gitu, trus lagi-lagi karena gak mau rugi, dia angkut penumpang juga. Saking kelamaan nya berhenti, hampir ngamuk gw dan Antho akhirnya dia merelakan gw untuk pindah mobil lain + disuruh banyar 5rb lagi kalo gak salah.. hadeh udah nunggu lama, pindah pun bayar! ya secara gw dan Antho niat banget ke Bira, jd kita nikmatin saja! (^_^). Kejadian #3, mobil yang kita naikin ini ternyata mobil orang-orang dari pasar di Bulukumba yang bawaannya segambreng grambreng, gw dimobil ini gak cuma ditemenin beberapa orang  tapi juga ditemenin sayur, cabe, bawang, sampai minyak tanah. Sumpah, super duper penuh ama barang itu mobil. Lagi lagi gw dan Antho sangat menikmati itu semua, super niat deh backpacker nya..hehe.  Kejadian #4, ternyata kalo yang angkut sayur-sayur itu seringnnya dianterin ketujuan masing-masing dengan ditambahkan beberapa ribu sama yang bersangkutan. Jadilah kita muter-muter dari mulai ke Pelabuhan yang mau nyebrang ke Pulau Selayar, ke pasar traditional sampai kerumah penduduk dan disuruh mampir pula..Hehe, "bu kapal Pak Ramli kita sudah menunggu, jadi kalau berjodoh barulah kapan-kapan kita mampir" (^_^). Dan karena itupun kita baru sampai Tanjung Bira sekitar set.4 sore..fiuh almost 7 jam dari Makassar ke Tanjung Bira but Happy!!

Ini dia nih mobil yang nganter kita dari Bulukumba ke Tanjung Bira

Kira-kira seperti inilah isi mobil kita
Pemandangan ke Tanjung Bira
Nah, sampailah kita di Tanjung Bira, dan disana pun Pak Ramli sudah menunggu. Sekarang saatnya kita menyeberang ke Liukang Loe. Oh iya, tujuan utama kita sebenarnya adalah Liukang Loe, pulau diseberang Tanjung Bira. Di Pulau ini hanya ada 1 penginapan dan yang punya Pak Ramli +62813.4257.8515. Per kamar nya dikenakan biaya 150.000 rupiah + antar jemput perahu dari / ke Tanjung Bira. Perjalanan ke Pulau in pun cuma makan waktu 15 menit. Dan diperjalanan nyebrang kita disambut Dolphin, sayangnya gak sempat ke foto. Hehehe. Menurut si Antho, Liukang Loe bagus. But Sure! you will not regret that you've ever been here. Tunggu cerita di part II nya yaa :P.

Tanjung Bira - Makassar
Tanjung Bira - Makassar
Harusnya ini ada Dolphin (^__^)

Tanjung Bira - Makassar



Sampai di Liukang Loe, kita disambut hamparan pasir putih (eaa, lebay..hihihi). Tapi beneran pemandangan bagus bener, gak mau ngelewati moment, gw dan Antho langsung hunting foto (FYI, gw membajak DSLR temen gw yang di Makassar, jadi bisa foto-foto bagus..). Sayang nya di pantai itu kita gak kedapetan sunset, karena sunset nya ketutupan tebing tinggi gitu.. Tapi kita tetep berusaha foto-foto dan berkeliling penginapan. Tiba-tiba, Jeng Jeng.. ternyata didekat penginapan kita itu ada kuburan. Huwaaa!!! Hampir aja gw tereak, rada-rada scary juga itu tempat. Alhamdulillah dengan niat backpacker kita yang kuat, kita gak terlalu mempermasalahankan begituan..hehehe, padahal rada takut juga ;P.

Liukang Loe

Yeah I Like this picture and the shadow

Liukang Loe - Another Side

It's like "Gunung diatas Gunung" (^__^)

Sore itu si Antho nyempetin snorkling. Tapi gw berasa masih jetlag perjalanan mobil 7 jam, huahahaha padahal males!. Jadinya gw cuma duduk aja nikmatin pemandangan pantai. Oh iya di Penginapan ini cuma ada 3 kamar yang sisanya diisi sama bule. Bule yang muda bernama Aime, Bule yang sudah berumur namanya Fiona, tapi tua-tua juga ini bule kuat banget snorkling nya. Sempet ngobrol-ngobrol sedikit sama 2 bule ini, ternyata mereka udah hampir keliling Indonesia Timur dan sangat suka snorkling + diving. Gw sebagai warga Negara Indonesia asli, rada malu juga ama nih bule 2, masa mereka lebih tau alam bawah laut Maluku dibanding gwa..hehehe. FYI, panduan mereka ternyata Lonely Planet Indonesia, dibuku ini ternyata banyak data-data penginapan murah dan bagus untuk daerah wisata Indonesia, yang bahkan lo gak tau nama penginapannya. Penginapan Pak Ramli aja ada, hehe, mungkin karena satu-satunya penginapan di Liukang Loe. Setelah ngobrol-ngobrol kita -Gw, Antho, Aime dan Fiona- sepakat untuk snorkling bareng besok pagi nya dan berburu HIU..uhuy! Gw hooh aja waktu si Pak Ramli cerita tanpa berpikir kalau HIU itu merupakan salah satu mahluk buas (-.-“). Nasib gak ada hiburan lain, gw sama Antho akhirnnya ngobrol-ngobrol dipinggir pantai, ahey! Gaya banget dah dan satu hal yang mungkin amat sangat langka lo liat di Jakarta, langitnya full of stars. Sungguh! Bintang dilangit nya cantik banget. Terpesona sangat deh gwa sama pemandangan langit malam itu (^_^).


Berjalan-jalan dan berfoto foto keadaan sekitar


Iseng..Hehehe

Cerita makan, secara cuma ada 1 penginapan dan gak ada tempat makan / restoran lain, jadi makannya dipenginapan Pak Ramli ini juga. Sekali makan 15.000 / orang dengan menu yang cukup lengkap dan enak untuk dinikmati.

Nasib lagi pergi sama beneran anak backpacker, pagi-pagi subuh udah dibangunin demi berburu sunrise. Hadeh!! Mata masih kriyep-kriyep ini udah disuruh jalan-jalan aja. But again! Apapun yang dilakukan ditempat ini, lo gak akan menyesal. Sunrise pagi itu gak keluar, sepertinya langit rada mendung, akhirnya gw berkeliling lagi dan mencoba mengenal penduduk sana. Balik berkeliling kita sarapan dan siap-siap snorkling. And I think that this is the best part of my Liukang Loe story – Snorkling time.
Pagi Hari

Gak dapat sunsrise nya..hehehe


Anak ini sedang mencuci baju..lucu!! Hihihi
Jam 9 pagi kita siap-siap snokling with Antho, Aime, dan Viona Sama Pak Ramli kita diajak yang rada jauh dulu, katanya sih buat liat HIU, untuk kesekian kali nya gw cuma hooh ngikut aja. Ditempat pertama ini kita nyebur kelaut yang cukup dalam, I mean gw gak melihat begitu banyak karang bagus, ada sih karang cuma yaa just karang without fish. hohoho, sejujurnya gw juga gak ngerti nama-nama ikan yang lucu-lucu itu gw cuma tau NEMO,,huahaha.. ketauan gaptek laut deh gw! dari hasil ngobrol kemarin intinya mereka sangat ingin melihat SHARK & MANTA (semacam ikan pari yang sangat besar dan cantik, gw juga baru tau istilah ini disini) + gw juga ingatkan untuk tidak mendekat kalau ada ikan Barakuda karena ikan ini beracun, liat bentuknya pun baru di kamera nya Antho, yaa at least gw tau do and don't nya. FYI yaa gw snorkling itu kudu wajib pake yang namanya life jacket, secara gw gak bisa berenang bow + kalo pake fin, sungguh membantu banget untuk bergerak. Setelah berapa menit muter-muter itu seputaran laut, gw memutuskan untuk naik ke kapal selain pemandangan bawah laut nya so so, kita juga gak berhasil liat Shark. Ketika kita udah dikapal, tiba-tiba Aime tereak "I saw Shark". Yap, reflek gw, Antho, Fiona dan Pak Ramli pake peralatan dan nyebur lagi ke laut. Sumpah ya entah kekuatan darimana yang bikin gw berani. Dilaut yang cukup dalam, gak bisa berenang, dan nekat ikutan nyebur demi ngeliat SHARK.  Oh shark sungguh besar daya tarik mu! hehehe. Setelah muter-muter nyari itu yang namanya hiu gak ketemu, akhirnya kita bener memutuskan untuk pindah tempat, find another interesting place.
Di tempat kedua ini, lautnya dangkal dari kapal aja udah keliatan karang nya. Kita nyebur lagi disini, dan tanpa sadar kita semua misah-misah. Gw pun asik sendiri liat, sampai tiba-tiba gw melihat sesuatu. Ikan yang gw gak tau namanya apa, tapi seperti ikan Bara Kuda yang dikasih tau Antho dan itu jaraknya cuma beberapa meter di depan gw. Huwa, gak tau mau ngapain, sumpah saking kaget nya sampai nahan nafas, takut-takut itu ikan mencium bau manusia...huahahaha, antisipasi yang sungguh aneh! cuma gw beneran gak tau musti gimana? Akhirnya gw balik badan pelan-pelan, beneran biar gak ketauan,,huahaha, pas di tempat  yang kayaknya udah jauh dari si Bara kuda itu gw coba ke permukaan and I found my self alone, no one was around me, not even Pak Ramli. Huwa, Panic attacted then I tried to reach the ship. Sampai kapal gw memutuskan cuma muter-muter yang deket kapal doank, sunggu takut ketemu si Bara Kuda ini. Overall alam bawah laut Liukang Loe ini sungguh amat teramat bagusss!!! (tuh, jelek kan Bahasa Indonesia gw ;P ). Gw bisa bilang gini karena ini kali kedua gw snorkling, pertama di Samalona Makassar dan saat itu arusnya lagi kenceng, pemandanganya bawah lautnya pun menurut gw gak sebagus di Liukang Loe. Tapi kalau lo tanya Antho, Liukang Loe mah kalah sama Kangean. Huhuhu, secara itu bocah udah sampai Kangean. Satu hal yang gw sayangkan adalah gw gak punya underwater camera, jadi gw tidak bisa membuktikan betapa cantiknya alam bawah laut Liukang Loe. Mungkin gw nanti akan masukin dari foto-foto nya si Antho (dengan ijin dia dulu tentunya). Oh ya kita snorkeling sekitar 2 - 2.5 jam-an, itupun udah lama bengat menurut gw, heran gw sama si bule masih aja lanjut..hehehe. 

Setelah cape snorkeling kita mandi dan makan siang, uhuy! entah kenapa gw menyukai makan siangnya. Disini pun ada kue berwarna kuning, gak tau namanya apa. Gw sukaaaaa kueee ini!! ;P. Kejadian #5 Siang hari ditempat ini, duh jangan ditanya deh. Mati Gaya, garing dan gak bisa ngapa-ngapain. Mau snorkeling cape, tidur dikamar gerah secara kalau siang itu listrik dimatiin, Pak Ramli save energi pake tenaga matahari. Nah kebayang donk lo dipinggir pantai siang hari tanpa kipas angin. Diluar pun panas mentereng reng reng. Hahaha. Dan seperti biasa gw + Antho hanya bisa menikmati itu semua, yang ada akhirnya malah tidur siang sambil gerah-gerahan. Hahaha. 

Taking picture in the afternoon sambil berpanas-panas :)

Empty




Before leaving Liukang Loe, in front of the cottage
Sore saatnya nyebrang balik ke Tanjung Bira. so, bangun tidur sore-sore kita sempetin keliling lagi, ngobrol-ngobrol dengan penduduk setempat dan nyari kelapa muda buat si Aime. Nih bule katanya pengen banget ngerasain Kelapa Muda sebelum dia balik ke negara nya. Huahahahah, emang di France / London gak ada kelapa muda kah. Eh iya si Aime ini orang Inggris yang tinggal di France. Gw gak tanya sih kerjaan dia apa, tapi dia udah almost 3 month keliling-keliling + sempet snorkling di Malaysia juga.

Balik sore ke Tanjung Bira, kita sempetin nginep semalem dulu di Tanjung Bira. Sebenarnya nothing special sih di Tanjung Bira (menurut gw lho yaa..). Kita cuma menunggu sunset trus main-main sama anak kecil setempat. Hehehe, lucu ya mereka senang banget difoto-foto. Malemnya kita cuma makan malam, ngobrol-ngobrol sama Aime dan Fiona mengenai kepulangan ke Makassar trus lanjut tidur deh. Tapi secara gw gak bisa tidur yaaa, gw kepinggir pantai aja dunks, midnite-an di pinggir pantai sambil liat bintang sendirian..hahaha, ber-kontemplasi ceritanya. Besoknya kita berangkat pagi-pagi sekitar jam 7 dari Tanjung Bira. Berbekal pengalaman datang kesini, akhirnya kita sepakat charter mobil pas pulang dengan penumpang 6 orang -Gwa, Antho, Aime, Fiona, dan sepasang bule lagi-. Walaupun harus bayar rada mahal dikit, at least perjalanan lebih nyaman, Hehehe.


Sampai di Makassar siang, gw dan Antho numpang istirahat di-kos temen gw. Alhamdulillah lagi ada syukuran, jadinya ikutan makan gratis. Setelah makan kita pergi ke Cafe Deluna sambil nunggu pulang ke Jakarta. Sebenarnya menurut gw ini cafe biasa aja, tapi menurut yang tinggal disini cafe ini termasuk bagus. Yaa wajar sih secara jarang ada cafe begini-an di Makassar, Hehehe. Gw sih lebih suka cafe yang ada di pinggir laut itu, tapi lupa namanya..Hahahaha..Dasar!! Short term memory loss! (-.-"). oh iya ingat namanya Cafe Balairate didalam hotel pantai Gapura.

Pulang ke Jakarta pesawat jam 8 malem. And yeah, whatever happens in Makassar stays in Makassar. Back to Jakarta is back to reality. Fact that I will have a new job, new friends, new life and new dreams. Thanks Makassar! I will be back again, Someday! (^_^)