Thursday, February 9, 2012

Baluran (Jawa Timur) - Menjangan (Bali) - Januari 2012

Baluran at 8.00 a.m.


Hula! Ini adalah perjalanan pertama gw di 2012 tapi udah di rencanain sejak september 2011 disaat Garuda Indonesia lagi buka early bird promo ke beberapa tempat di Indonesia. 
Diajak antho membuat gw balas mengajak wanda. Hahaha.. secara orang-orang mure ini hobby jalan, jadilah dibeli tiket pergi ke Surabaya dan pulang dari Bali dengan harga sekitar 890.100, gak murah banget sih tapi lumayan naik Garuda biar Frequent Flyer gw gak hangus (^_^).

Kita pergi pas long weekend  21-23 Januari 2012. PIC trip kali ini si Antho, temen SMA gw. Awalnya trip kita berjudul "Kawah Ijen dan Menjangan". Tapi begitu mendekati hari H ternyata Gunung Ijen ditutup karena aktivitas vulkaniknya lagi meningkat. Jadilah H - 1 minggu kita ubah itinerary jadi "Baluran dan Menjangan". Budget trip kali ini juga terbilang murah, kita cuma diminta patungan 500rb/orang untuk transport Surabaya - Baluran - Menjangan, tiket masuk wisata, sewa kapal dan penginapan di Baluran (diluar biaya makan), tambahan nya cuma penginapan di Kubu hotel Bali 87.500/orang (1 kamarnya 175.000 dengan kamar mandi dalam + fan + breakfast, nanti gw akan cerita mengenai penginapan disini).



Day #1
Berasa beda ya kalau gak naik budget air. Sedikit bangga.. hahaha. Hari itu sampe bilang "backpacker (nope), elitepacker (nope), but yes we are indeed a flashpacker". --> tapi tetap bawanya backpack :p
Ini pertama kali nya gw naik Garuda lagi setelah hampir setahun. Ternyata sekarang semua pesawat Garuda sudah dilengkapi dengan fasilitas TV (yeah sort of). Kita bisa dengar musik, nonton video klip atau bahkan nonton film. Jadi untuk penerbangan kurang lebih 2 jam bisa terhibur dengan adanya fasilitas ini.
Perjalanan kali ini, rencana yang ikut 11 orang ternyata pas nyampe Surabaya cuma ada 7 orang, 3 cancel satunya mendadak cancel pagi-pagi. Dan dibandara Djuanda inilah kita baru kenal 4 orang lainnya - Ricco, Ayu, Wiya dan Rudi -




Wednesday, January 18, 2012

Karimun Jawa Desember 2011

Yap, again another sudden trip.
Kali ini ulahnya Wanda, yang tiba-tiba ngajak gw "Ri, ke Karimun Jawa yuks". 
Secara gw mure.. gw jawab aja asal "yuks" Hahaha Dasar!! 
Dan tanpa persetujuan gw yang belum ngajuin cuti, nih bocah udah booked aja tour ke Karimun Jawa buat gw...Jadilah gw memutuskan cuti, dengan alasan "kapan lagi gw ada temen ke Karimun Jawa kalau si Wanda udah pergi sekarang, nanti susah lagi nyari temennya" hehehe nyari validasi aja bisanya...

Kali ini kita ikutan tour dari sukawisata (klik disini untuk link nya) dengan biaya 595rb/ orang untuk 4 hari 3 malam. Lumayan mahal sih, tapi karena kita mendadak dan gak prepare buat nyari penginapan, dkk akhirnya memilih ikutan tour.
Kita pergi 25 Desember 2011 sore, si Wanda ini emang nekat dah... masih natalan coba! hehe, tapi demi yaaa.. hihihihi... Janjian sama anak yang lain - Wanda, Achie, Sherley, Dimen dan Bekur - di terminal Lebak Bulus. Kita naik bus eksekutif  Shantika langsung ke Jepara dengan biaya 150.000/org (iyh backpacker macam apa ini, naiknya eksekutif)..hahaha!.

Perjalanan dari Jakarta ke Jepara itu sekitar 12 jam. Dari Jakarta jam 5 sore dan nyampe Jepara benar-benar subuh sekitar jam 5an. Kita turun di alun-alun trus nyambung becak ke Pelabuhan Kartini dengan biaya 20.000/ becak. Sampai di pelabuhan, dapat kabar kalau kapal ferry belum berangkat dari Karimun Jawa..wew! Dibilang juga kapal baru berangkat pagi ini dan kemungkinan sampai Jepara itu jam 2 siang. (Catatan: Perjalanan Jepara - Karimun Jawa itu 6 jam naik ferry). Nah lo kita jadi punya waktu sekitar 6 jam di Jepara tanpa tujuan. Akhirnya kita memutuskan akan ke tengah kota, tapi karena bingung gimana akses kesana kita sempet duduk-duduk bingung dulu, sekalian lah foto-foto dengan muka kucel setelah 12 jam perjalanan bus...hehe. Lagi bingung nya tiba-tiba kita melihat beberapa orang mengendarai motor dengan boncengan bak kebuka dibelakang (gw gak tau harus nyebut transportasi ini apa?..hihihi) dan tercetuslah ide untuk naik ini biar bisa barengan. Si bekur yang paling fasih bahasa Jawa tiba-tiba saja menyapa satu bapak berkendaraan motor ini dan entah apa yang diomongin (secara gw gak ngerti bahasa jawa, chuy!) akhirnya kita bisa naik motor ini ber-6 + backpack. Ahey!!Nama Bapak ini Pak Kuslin, tapi kita namain beliau Mr. K.

Masjid Agung Kabupaten Jepara
Pemberhentian pertama sarapan diwarung nasi pinggir jalan trus lanjut ke Masjid Agung Kabupaten Jepara. Disini kita seperti numpang istirahat (maaf ya masjid :D ) - mandi, sholat dhuha, dan foto-foto pastinya. Setelah itu kita ke Museum RA. Kartini, didekat Alun-Alun, dari Masjid tinggal jalan kaki.  Isi dari museum ini ya udah pasti peninggalan RA Kartini. Museum ini sederhana banget, masuk pun cuma bayar 3000. Sedih ya! padahal RA Kartini ini kan populer, di Belanda pun dijadikan nama jalan 'Kartini street'. Salah satu yang menarik dari museum ini ada kerangka ikan super guede yang dinamain 'Krg. Ikan Joko Tuwo' asal Karimun Jawa. Dang!! beneran ada ikan kayak gitu di Karimun Jawa serem juga, belum nyampe ini kesana -.-".

Monday, November 21, 2011

11 Destinasi

1. Pulau Derawan - Kalimantan Timur
2. Ternate & Dodola - Maluku Utara
3. Flores
4. Gili Air dan Gili Meno Lombok
5. Banjarmasin
6. Danau Toba dan Brastagi - Medan
7. Selat Lembeh - Bitung Manado
8. Solo
9. Padang
10. Benteng Ford Rotterdam dan Pulau Samalona - Makassar
11. Malioboro dan Pantai Sundak - Yogyakarta

Lupa sumber 11 destinasi itu dari mana, kalau gak salah dari majalah liburan, tapi tambahan yang mau gw kunjungin :
- Bangka Belitung
- Aceh dan Pulau W, Sabang
- Pulau Mentawai
- Puncak Jaya, Papua
- Wakatobi
- Gunung Semeru

Monday, September 26, 2011

Ho Chi Minh City - Vietnam - August 2010

Kalau diinget-inget banyak banget kejadian lucu diperjalanan ini. See how lah seberapa jauh ingetan gue.

Once upon a time in 2009, airasia launched its new destination to Ho Chi Minh City - Vietnam, directly from Jakarta. Suddenly in the middle of the  night, Giri asked me whether I want to go here or not? Hehehe, secara dibilang tiket PP nya cuma 180.000 saja! langsung lah gue ajak Nadia untuk beli tiket ini dengan dalil nothing to lose 180.000 (^_^).

Setelah kejadian ini awalnya kami gak inget kalau pernah booked tiket, tiba-tiba ada email itinerary yang bikin gue dan Nadia bingung! Hahaha, ternyata tiket ke Vietnam. Dan beneran gak ngeh sama tiket ini sampai H-2 bulan.

H-2 bulan masih bingung antara mau pergi atau gak? Waktu itu gue dan nadia masih kerja di KAP, jadi gak bisa mastiin boleh cuti atau gak. Nadia almost canceled this trip since she had work to do. At that time, I said to myself if I could take my annual leave I would go with or without Nadia. But finally, Nadia could make it. So, here is our story. 


Dudul #1 Sebelum berangkat : Tipikal orang yang takut kelaparan. Sebelum boarding kami makan dulu karena berpikiran gak mau makan di pesawat. Setelah makan liat Dunkin Donuts, kriyep-kriyep berpikiran akan lapar nanti di Pesawat jadilah kami beli itu donat. Setelah di pesawat, bosan di perjalanan akhirnya buka menu airasia. Udahannya niat makan sebelum landing karena berpikir nyari makan di HCMC malam-malam nanti susah. Baru 15 menit buka menu, berubah pikiran akhirnya pesen makan saat itu juga. Huahahaha! *geblek emang dah beduaan ama Nadia kalo soal makanan* :p
Perjalanan langsung ke Vietnam dari Jakarta itu 3 jam dan seinget gue gak ada beda waktu antara Vietnam dan Jakarta.

Dudul #2 Nyampe Tan Son Nhat Internatioanal Airport, kami bermaksud nukerin Dollar ke Dong. Entah kenapa, saat itu harusnya kami cari rate yang tinggi tapi malah minta rate rendah sama money changer nya! huahaha, untung money changer nya baik ngasih tau...hihihi...



Sampe HCMC kami langsung ke Pham Ngu Lao street, District #1 tempat Saigon Sport Hotel 3. Kami sudah booked dari Jakarta, jadi sampai sini gak perlu cari-cari lagi. Rate Saigon Sport Hotel 3 ini sekitar 150.000 / orang / malam (booking via hostelbookers.com).

HCHM city itu terbagi beberapa district. Pham Ngu Lao street yang ada di #District 1 itu merupakan daerah turis mancanagera. Banyak website penginapan yang menyarankan daerah ini. 

Sebelum tidur gue sama nadia sempet keliling daerah ini sekalian cari city tour untuk perjalanan besok dan tentunya foto-foto lah yaa walapun malam.. hahaha, eksis :p.

City tour kami namanya The Sinh Toursit, lokasi tour ini masih disekitar Pham Ngu Lao street. The Sinh Tourist merupakan tour agent terbesar di Vietnam yang menghubungkan wisata kota-kota di Vietnam dari Utara ke Selatan, dari Hanoi ke Mekong Delta. Ketika kesana gue nyari tour agent nya tanpa browsing, tapi kalau kalian mau browsing dulu bisa dilihat disini. Kinda recommended though!.

#1 Cu Chi Tunnel
Penjelasan cu chi tunnel bisa diliat disini. Cu chi tunnel sempet dikenal dengan sebutan negara bawah tanah.
Tunnel ini digunakan sebagai persembunyian masyarakat Viet Chong pada masa perang dengan Amerika. Jalan masuk tunnel ini sangat sempit, seukuran tubuh manusia. Tunnel ini terdiri dari beberapa level, ada 4 level kalau gak salah. Dan level paling atas udah diperbesar untuk kepentingan pariwisata. Dang! diperbesar aja itu pas gue masuk, berasa sesak banget. Hehe... Dibawah tunnel ini bener-bener seperti rumah; ada ruang makan, ruang belajar, dapur, kamar tidur, etc. Di desain sedemikian rupa agar Viet Chong bisa bertahan dibawah sini.
Inilah terowongan yang dibuat untuk melaraikan diri dari tentara Amerika.

It's just the real and the safest place to escape

#2 City tour 
Ini sih karena rada malas muter-muter sendiri jadinya ikutan city tour. Rada malu juga sebenarnya ama bule-bule lain, setelah tour cu chi tunnel mereka semua turun dan keliling kota sendiri. (^_^) cuma yaa karena udah terlanjur jadi diikutin aja ini tour. 
City tour ini yang gue inget cuma ketiga tempat Reunification Palace (Istana Negara), General Post Office, dan Notre Dame Church Cathedral. Hahaha sumpah gak penting banget ini city tour secara kantor pos dan gereja nya sebelahan, dan ternyata Istana Negara juga gak jauh dari situ, jalan kaki juga bisa...Hihihi.. pelajaran keliling kota itu sendiri aja gak usah pake tour, sayang budgetnya! :D

#3 Keliling Sendiri
Setelah city tour, kami masih punya waktu jadinya memutuskan keliling kota dengan berbekal peta yang ada. Tempat pertama War Remnants Museum berhasil kita datangin. Museum ini isinya barang dan foto jaman perang vietnam dan amerika. 
Ada satu hal yang menarik, museum ini memasang kutipan deklarasi kemerdekaan Amerika 4 Juli 1776 yang isinya "we hold these truths to be self-evidence, that all men are created equal, that they are endowed by their Creator by certain unalienable rights, that among these are Life, Liberty and the Pursuit of Happiness." dan persis disebelah deklarasi ini dipasang foto-foto kekejaman Amerika terhadap Vietnam, so ironic!.

Setelah dari war remnants museum kami mencoba mencari tempat yang namanya The building of People's Committee - di peta kayak gitu tulisannnya. Udah muter-muter, tanya ke orang sekitar gak ada yang tau. Akhirnya kita PD tetap muter-muter dan gak ketemu juga, ada kali kita muterin jalan yang sama 3x -ini dudul #3- sampai akhirnya mampir ke butik + makan ice cream. 

Malamnya kami mencari Trung Nguyen Cafe yang katanya terkenal banget. Jadi ini coffee shop yang juga ada main course. Belagu pesen kopi spesial yang ada gak keminum karena kopi hitam, asli pahit banget. Oh iya Vietnam juga salah satu negara yang terkenal dengan kopinya, disini ada beberapa coffee shop yang cukup terkenal, ya salah satunya Trung Nguyen Cafe ini. 


#4 Last Day
Saat nya belanja dan beli oleh-oleh, pastinya ke Ben Thanh Market. Kaaallaappp!! huahahaha... 

Disini tiba-tiba gue melihat post card dengan gambar The building of People's Committee. Refleks gue tanya nama gedung ini dalam bahasa Vietnam yaitu "Tru So Uy Ban Nhan Dan Thanh Pho". Karena penasaran, balik dari market kami naik taksi langsung ke gedung ini, di taksi gue tanya gedung dengan tulisan vietnamnya, dan Bapak ini langsung tau donkkk.. Oke, pelajaran ada baiknya di peta itu dicantumkan nama lokal dari lokasi-lokasi wisata.
Setelah sampai di sana, dudul #4, ternyata pas kemarin nyari-nyari sebenarnya kami udah nyampe gedung ini, gue mengenali pos satpam nya. Tapi dititik pos satpam itu instead of belok kiri, malah belok kanan. Naahh.. gak ketemu kan.. hehehe, tapi paling gak kami merasa cukup pintar untuk membaca peta..hohoho pembenaran (^_^).

Masih ada waktu sebelum pulang, kita nyempetin ke Woman Museum. Menurut gue sih gak ada yang special banget dari museum ini. Mereka bangun ini museum karena sangat menghargai wanita dan perjuangannya. Cerita perjuangan wanita vietnam saat perang amerika cukup terkenal sampai HCMC masuk jadi salah satu dari 7 destination for woman.
 
Setelah dari sini akhirnya kami memutuskan ke bandara.. Sebenarnya kita udah siap-siap pop mie buat dimakan sebelum berangkat. Dudul #5 Setelah check-in karena takut imigrasi nya lama, akhirnya kami memutuskan lewat imigrasi trus makannya di dalam. Sampai dalam ternyata susah dapetin air panas, akhirnya kita memutuskan ngasih pop mie ke OB dengan harapan sebentar lagi boarding dan kita makan di pesawat. Segera setelah kita kasih pop mie ke OB, ternyata pesawat di delay 1.5 jam. Doeng!! Bingung mau ngapain karena gak mungkin keluar lagi, mau beli mineral water baru sadar Dong vietnam nya udah habis. Gue dan nadia sampai ngoprek-ngoprek dompet nyari sisa-sisa Dong. Ternyata gak cukup juga. -.-" Jadilah kita bertahan kehausan 1,5 jam. Dan pas masuk pesawat baru ngeh, kenapa tadi kita gak beli makan dan minum pake kartu kredit aja yaa!!! aarrrghhh si dudul berdua ini, benar-benar dudul ternyata. Hahaha.

Sekilas tentang Ho Chi Minh City.
Seperti kebanyakan ibu kota lainnya, kota ini juga cukup padat dan riweh, terutama pengendara motor yang bisa dibilang lebih parah dari Jakarta. Sebelum berangkat sempat googling dan disebutkan kalau pengendara motor disini brutal dan ternyata bener. Kalo diibaratkan Pengendara motor disana seperti pengendara bajaj disini, semacam tidak punya aturan dan jumlahnya pun banyak banget. 

Tidak seperti di Jakarta, tempat tinggal disini unik menurut gue. Kalau dilihat dari luar mungkin lebar nya cuma sekitar 2 - 5 meter tapi tinggi ke atas, ada yang seperti rumah tingkat biasa ada yang semacam rumah susun. Gue ada lihat satu tempat tinggal yang lebarnya sekitar 2 meter tapi terdiri dari 3 tingkat keatas dan balkon untuk jemur di tingkat 4. Hihihi lucu.. Gak kebayang setiap hari harus turun naik tangga.

Oh iya, nilai tukar Vietnam secara nominal emang lebih rendah dari Indonesia, tapi secara value harga barang-barangnya gak beda jauh, jadi gak murah-murah banget juga.

Gak banyak yang bisa diceritain tentang vietnam karena waktu gue disana juga sebentar. Buat gue sih, bagaimanapun pengalaman perjalanannya, tetap aja menyenangkan.. hehehe. 

Sunday, September 25, 2011

Accidentally Kuala Lumpur 2011

Stupid mistake - Adrenalin challenge - Road blocked - Trapped in middle of Demo - Sentral closed

Kenapa accidentally Kuala Lumpur karena seharusnya gue gak punya trip ke Kuala Lumpur tahun ini kecuali untuk transit. Tapi karena banyak hal yang bikin trip korea batal, akhirnya gue memutuskan untuk ke Kuala Lumpur. Berbekal tiket pulang airasia dari trip korea ini, gue gak mau perginya naik airasia or budget air. Akhirnya gue searching Malayasia Airlines. Hahaha..buat gue, gak landing di Incheon tapi gue harus landing di KLIA dan sekali-kali non-bugdet air oke lah yaa (^_^)

It was not the first time for me visit Kuala Lumpur but this time it began with stupid mistake yaitu gue ketinggalan pesawat saja!!! Pesawat jam 5 pagi dan gue baru bangun 5 kurang 15 menit! cakep!! Bangun gak mikir mandi, cuma cuci muka sikat gigi ganti baju langsung keluar rumah...Hahaha!! Gak bisa mikir banyak selain ketawa, karena secepat apapun gue bergerak udah pasti ketinggalan pesawat. Sampai bandara gue ke office nya Malaysia Air dan menjelaskan keterlambatan gue dan dengan kebaikan Mr. Officer gue cuma dikenakan charge 50 USD dan naik pesawat berikutnya yang jam 11 siang. kadung niat traveling gue terima nasib aja musti ngeluarin duit tambahan dan mengubah rencana awal gue.

Landing di KLIA sekitar jam 2 waktu Malaysia atau jam 1 waktu Jakarta karena beda 1 jam antara Jakarta dan Kuala Lumpur. Entah kenapa gue seneng banget langding di KLIA, Airport nya bagus!! Hahaha norak.. Dan saat itu juga gue berniat untuk tetap landing di Incheon entah kapan :p . Sempet foto-foto sebelum akhirnya mencari immigration yang ternyata harus naik train bernama Aerotrain. Train ini mirip yang ada di Changi cuma perjalanan ke immigration lewat terowongan bawah tanah..keren! (baca : norak! :p). Cerita sedikit tentang KLIA, Kuala Lumpur International Airport is One of Best International Airport 2011 - Best Airport Immigration Service: Kuala Lumpur International Airport, which is capable of handling 35 million passengers, it is one of the first Asia Pacific airports to become 100% BCBP (Bar Coded Boarding Pass) capable, having a non-stop express train service to the KL City Air Terminal _ the non-stop trip between Kuala Lumpur and KLIA is 57km and takes 28 minutes. (Sumber : email teman gue, tapi gak tau sumber nya darimana..hehe..googling bisa kali yaa :p).

Kuala Lumpur International Airport