Monday, September 26, 2011

Ho Chi Minh City - Vietnam - August 2010

Kalau diinget-inget banyak banget kejadian lucu diperjalanan ini. See how lah seberapa jauh ingetan gue.

Once upon a time in 2009, airasia launched its new destination to Ho Chi Minh City - Vietnam, directly from Jakarta. Suddenly in the middle of the  night, Giri asked me whether I want to go here or not? Hehehe, secara dibilang tiket PP nya cuma 180.000 saja! langsung lah gue ajak Nadia untuk beli tiket ini dengan dalil nothing to lose 180.000 (^_^).

Setelah kejadian ini awalnya kami gak inget kalau pernah booked tiket, tiba-tiba ada email itinerary yang bikin gue dan Nadia bingung! Hahaha, ternyata tiket ke Vietnam. Dan beneran gak ngeh sama tiket ini sampai H-2 bulan.

H-2 bulan masih bingung antara mau pergi atau gak? Waktu itu gue dan nadia masih kerja di KAP, jadi gak bisa mastiin boleh cuti atau gak. Nadia almost canceled this trip since she had work to do. At that time, I said to myself if I could take my annual leave I would go with or without Nadia. But finally, Nadia could make it. So, here is our story. 


Dudul #1 Sebelum berangkat : Tipikal orang yang takut kelaparan. Sebelum boarding kami makan dulu karena berpikiran gak mau makan di pesawat. Setelah makan liat Dunkin Donuts, kriyep-kriyep berpikiran akan lapar nanti di Pesawat jadilah kami beli itu donat. Setelah di pesawat, bosan di perjalanan akhirnya buka menu airasia. Udahannya niat makan sebelum landing karena berpikir nyari makan di HCMC malam-malam nanti susah. Baru 15 menit buka menu, berubah pikiran akhirnya pesen makan saat itu juga. Huahahaha! *geblek emang dah beduaan ama Nadia kalo soal makanan* :p
Perjalanan langsung ke Vietnam dari Jakarta itu 3 jam dan seinget gue gak ada beda waktu antara Vietnam dan Jakarta.

Dudul #2 Nyampe Tan Son Nhat Internatioanal Airport, kami bermaksud nukerin Dollar ke Dong. Entah kenapa, saat itu harusnya kami cari rate yang tinggi tapi malah minta rate rendah sama money changer nya! huahaha, untung money changer nya baik ngasih tau...hihihi...



Sampe HCMC kami langsung ke Pham Ngu Lao street, District #1 tempat Saigon Sport Hotel 3. Kami sudah booked dari Jakarta, jadi sampai sini gak perlu cari-cari lagi. Rate Saigon Sport Hotel 3 ini sekitar 150.000 / orang / malam (booking via hostelbookers.com).

HCHM city itu terbagi beberapa district. Pham Ngu Lao street yang ada di #District 1 itu merupakan daerah turis mancanagera. Banyak website penginapan yang menyarankan daerah ini. 

Sebelum tidur gue sama nadia sempet keliling daerah ini sekalian cari city tour untuk perjalanan besok dan tentunya foto-foto lah yaa walapun malam.. hahaha, eksis :p.

City tour kami namanya The Sinh Toursit, lokasi tour ini masih disekitar Pham Ngu Lao street. The Sinh Tourist merupakan tour agent terbesar di Vietnam yang menghubungkan wisata kota-kota di Vietnam dari Utara ke Selatan, dari Hanoi ke Mekong Delta. Ketika kesana gue nyari tour agent nya tanpa browsing, tapi kalau kalian mau browsing dulu bisa dilihat disini. Kinda recommended though!.

#1 Cu Chi Tunnel
Penjelasan cu chi tunnel bisa diliat disini. Cu chi tunnel sempet dikenal dengan sebutan negara bawah tanah.
Tunnel ini digunakan sebagai persembunyian masyarakat Viet Chong pada masa perang dengan Amerika. Jalan masuk tunnel ini sangat sempit, seukuran tubuh manusia. Tunnel ini terdiri dari beberapa level, ada 4 level kalau gak salah. Dan level paling atas udah diperbesar untuk kepentingan pariwisata. Dang! diperbesar aja itu pas gue masuk, berasa sesak banget. Hehe... Dibawah tunnel ini bener-bener seperti rumah; ada ruang makan, ruang belajar, dapur, kamar tidur, etc. Di desain sedemikian rupa agar Viet Chong bisa bertahan dibawah sini.
Inilah terowongan yang dibuat untuk melaraikan diri dari tentara Amerika.

It's just the real and the safest place to escape

#2 City tour 
Ini sih karena rada malas muter-muter sendiri jadinya ikutan city tour. Rada malu juga sebenarnya ama bule-bule lain, setelah tour cu chi tunnel mereka semua turun dan keliling kota sendiri. (^_^) cuma yaa karena udah terlanjur jadi diikutin aja ini tour. 
City tour ini yang gue inget cuma ketiga tempat Reunification Palace (Istana Negara), General Post Office, dan Notre Dame Church Cathedral. Hahaha sumpah gak penting banget ini city tour secara kantor pos dan gereja nya sebelahan, dan ternyata Istana Negara juga gak jauh dari situ, jalan kaki juga bisa...Hihihi.. pelajaran keliling kota itu sendiri aja gak usah pake tour, sayang budgetnya! :D

#3 Keliling Sendiri
Setelah city tour, kami masih punya waktu jadinya memutuskan keliling kota dengan berbekal peta yang ada. Tempat pertama War Remnants Museum berhasil kita datangin. Museum ini isinya barang dan foto jaman perang vietnam dan amerika. 
Ada satu hal yang menarik, museum ini memasang kutipan deklarasi kemerdekaan Amerika 4 Juli 1776 yang isinya "we hold these truths to be self-evidence, that all men are created equal, that they are endowed by their Creator by certain unalienable rights, that among these are Life, Liberty and the Pursuit of Happiness." dan persis disebelah deklarasi ini dipasang foto-foto kekejaman Amerika terhadap Vietnam, so ironic!.

Setelah dari war remnants museum kami mencoba mencari tempat yang namanya The building of People's Committee - di peta kayak gitu tulisannnya. Udah muter-muter, tanya ke orang sekitar gak ada yang tau. Akhirnya kita PD tetap muter-muter dan gak ketemu juga, ada kali kita muterin jalan yang sama 3x -ini dudul #3- sampai akhirnya mampir ke butik + makan ice cream. 

Malamnya kami mencari Trung Nguyen Cafe yang katanya terkenal banget. Jadi ini coffee shop yang juga ada main course. Belagu pesen kopi spesial yang ada gak keminum karena kopi hitam, asli pahit banget. Oh iya Vietnam juga salah satu negara yang terkenal dengan kopinya, disini ada beberapa coffee shop yang cukup terkenal, ya salah satunya Trung Nguyen Cafe ini. 


#4 Last Day
Saat nya belanja dan beli oleh-oleh, pastinya ke Ben Thanh Market. Kaaallaappp!! huahahaha... 

Disini tiba-tiba gue melihat post card dengan gambar The building of People's Committee. Refleks gue tanya nama gedung ini dalam bahasa Vietnam yaitu "Tru So Uy Ban Nhan Dan Thanh Pho". Karena penasaran, balik dari market kami naik taksi langsung ke gedung ini, di taksi gue tanya gedung dengan tulisan vietnamnya, dan Bapak ini langsung tau donkkk.. Oke, pelajaran ada baiknya di peta itu dicantumkan nama lokal dari lokasi-lokasi wisata.
Setelah sampai di sana, dudul #4, ternyata pas kemarin nyari-nyari sebenarnya kami udah nyampe gedung ini, gue mengenali pos satpam nya. Tapi dititik pos satpam itu instead of belok kiri, malah belok kanan. Naahh.. gak ketemu kan.. hehehe, tapi paling gak kami merasa cukup pintar untuk membaca peta..hohoho pembenaran (^_^).

Masih ada waktu sebelum pulang, kita nyempetin ke Woman Museum. Menurut gue sih gak ada yang special banget dari museum ini. Mereka bangun ini museum karena sangat menghargai wanita dan perjuangannya. Cerita perjuangan wanita vietnam saat perang amerika cukup terkenal sampai HCMC masuk jadi salah satu dari 7 destination for woman.
 
Setelah dari sini akhirnya kami memutuskan ke bandara.. Sebenarnya kita udah siap-siap pop mie buat dimakan sebelum berangkat. Dudul #5 Setelah check-in karena takut imigrasi nya lama, akhirnya kami memutuskan lewat imigrasi trus makannya di dalam. Sampai dalam ternyata susah dapetin air panas, akhirnya kita memutuskan ngasih pop mie ke OB dengan harapan sebentar lagi boarding dan kita makan di pesawat. Segera setelah kita kasih pop mie ke OB, ternyata pesawat di delay 1.5 jam. Doeng!! Bingung mau ngapain karena gak mungkin keluar lagi, mau beli mineral water baru sadar Dong vietnam nya udah habis. Gue dan nadia sampai ngoprek-ngoprek dompet nyari sisa-sisa Dong. Ternyata gak cukup juga. -.-" Jadilah kita bertahan kehausan 1,5 jam. Dan pas masuk pesawat baru ngeh, kenapa tadi kita gak beli makan dan minum pake kartu kredit aja yaa!!! aarrrghhh si dudul berdua ini, benar-benar dudul ternyata. Hahaha.

Sekilas tentang Ho Chi Minh City.
Seperti kebanyakan ibu kota lainnya, kota ini juga cukup padat dan riweh, terutama pengendara motor yang bisa dibilang lebih parah dari Jakarta. Sebelum berangkat sempat googling dan disebutkan kalau pengendara motor disini brutal dan ternyata bener. Kalo diibaratkan Pengendara motor disana seperti pengendara bajaj disini, semacam tidak punya aturan dan jumlahnya pun banyak banget. 

Tidak seperti di Jakarta, tempat tinggal disini unik menurut gue. Kalau dilihat dari luar mungkin lebar nya cuma sekitar 2 - 5 meter tapi tinggi ke atas, ada yang seperti rumah tingkat biasa ada yang semacam rumah susun. Gue ada lihat satu tempat tinggal yang lebarnya sekitar 2 meter tapi terdiri dari 3 tingkat keatas dan balkon untuk jemur di tingkat 4. Hihihi lucu.. Gak kebayang setiap hari harus turun naik tangga.

Oh iya, nilai tukar Vietnam secara nominal emang lebih rendah dari Indonesia, tapi secara value harga barang-barangnya gak beda jauh, jadi gak murah-murah banget juga.

Gak banyak yang bisa diceritain tentang vietnam karena waktu gue disana juga sebentar. Buat gue sih, bagaimanapun pengalaman perjalanannya, tetap aja menyenangkan.. hehehe. 

Sunday, September 25, 2011

Accidentally Kuala Lumpur 2011

Stupid mistake - Adrenalin challenge - Road blocked - Trapped in middle of Demo - Sentral closed

Kenapa accidentally Kuala Lumpur karena seharusnya gue gak punya trip ke Kuala Lumpur tahun ini kecuali untuk transit. Tapi karena banyak hal yang bikin trip korea batal, akhirnya gue memutuskan untuk ke Kuala Lumpur. Berbekal tiket pulang airasia dari trip korea ini, gue gak mau perginya naik airasia or budget air. Akhirnya gue searching Malayasia Airlines. Hahaha..buat gue, gak landing di Incheon tapi gue harus landing di KLIA dan sekali-kali non-bugdet air oke lah yaa (^_^)

It was not the first time for me visit Kuala Lumpur but this time it began with stupid mistake yaitu gue ketinggalan pesawat saja!!! Pesawat jam 5 pagi dan gue baru bangun 5 kurang 15 menit! cakep!! Bangun gak mikir mandi, cuma cuci muka sikat gigi ganti baju langsung keluar rumah...Hahaha!! Gak bisa mikir banyak selain ketawa, karena secepat apapun gue bergerak udah pasti ketinggalan pesawat. Sampai bandara gue ke office nya Malaysia Air dan menjelaskan keterlambatan gue dan dengan kebaikan Mr. Officer gue cuma dikenakan charge 50 USD dan naik pesawat berikutnya yang jam 11 siang. kadung niat traveling gue terima nasib aja musti ngeluarin duit tambahan dan mengubah rencana awal gue.

Landing di KLIA sekitar jam 2 waktu Malaysia atau jam 1 waktu Jakarta karena beda 1 jam antara Jakarta dan Kuala Lumpur. Entah kenapa gue seneng banget langding di KLIA, Airport nya bagus!! Hahaha norak.. Dan saat itu juga gue berniat untuk tetap landing di Incheon entah kapan :p . Sempet foto-foto sebelum akhirnya mencari immigration yang ternyata harus naik train bernama Aerotrain. Train ini mirip yang ada di Changi cuma perjalanan ke immigration lewat terowongan bawah tanah..keren! (baca : norak! :p). Cerita sedikit tentang KLIA, Kuala Lumpur International Airport is One of Best International Airport 2011 - Best Airport Immigration Service: Kuala Lumpur International Airport, which is capable of handling 35 million passengers, it is one of the first Asia Pacific airports to become 100% BCBP (Bar Coded Boarding Pass) capable, having a non-stop express train service to the KL City Air Terminal _ the non-stop trip between Kuala Lumpur and KLIA is 57km and takes 28 minutes. (Sumber : email teman gue, tapi gak tau sumber nya darimana..hehe..googling bisa kali yaa :p).

Kuala Lumpur International Airport

Monday, September 19, 2011

Teluk Kiluan, Lampung - June 2011

Kiluan, yap. This place also has been stayed in mind since I was in Deloitte. But again, gw dulu gak punya temen gila traveling.

Berbekal niat yang sangat kali ini perginya masih sama KKS -Dani, Widud- tapi gak barengan sama Wanda, karena saat itu gw prefer pergi dilibur long weekend. *Maafkan kami meninggalkanmu Wanda* *smooch*. Selain KKS juga ada Tari dan Wahyu.

Karena saat itu gak pergi sama Wanda, jadi gw merasa bertanggung jawab untuk mencari cara ke Kiluan ala backpacker + booking penginapan dan travel. Kita harus booked penginapan dari Jakarta karena disana cuma ada satu penginapan milik Pak Dirham. Contact number Pak Dirham +62813.6999.1340

Berangkat hari kamis pagi , janjian ketemuan di terminal Kampung Rambutan. Oh ya, catatan. Si emte satu it a.k.a widud H-10 jam membatalkan ikutan backpacker, dia mau elitepacker aja katanya. So, dia dan si wahyu temennya naik pesawat aja donk! Hahaha, akhirnya kita janjian dikota Bandar Lampung.

Dari kampung rambutan, gw, Dani dan Tari naik bus primajasa menuju pelabuhan merak. Berangkat jam 7 pagi nyampe di Merak jam 10an saja. Tarif primajasa kp. rambutan - merak sepertnya fixed yaitu 17.000. Sampe di Pelabuhan Merak berniat naik jetfoil, tapi ternyata kita telat datang akhirnya kita naik ferry biasa. Ferry ini juga ada kelas-kelas nya. Ada Ekonomi, Business, Excecutive. Secara mau mure, kita ambil kelas ekonomi dengan tarif 15.000. Kalau mau business atau excecutive tetap beli tiket ekonomi di loket nanti didalam ruang business / excutive nya dimintaain tambahan lagi.

Perjalanan nyebrang ferry sebenarnya cuma 2 jam tapi + nunggu berangkat + ngantri nyandar, total nya bisa 4 jam. Boleh dibilang ini pengalaman pertama lagi naik ferry, kenapa pertama karena  dulu udah pernah waktu ke Pekanbaru dan Padang, tapi masih kecil jadi rada lupa rasanya. Masuk kelas ekonomi kita ngambil tempat duduk agak dibelakang dekat jendela dan pintu keluar. Hal pertama yang bikin gw amaze adalah Jasa Charge HP dengan biaya 6000 - 7000 /sekali charge. Semakin berkembang teknologi semakin kreatif kita mencari peluang usaha. Tapi jasa ini beneran berguna, terutama pengguna blackberry, android atau iphone yang lebih cepat menghabiskan batere, apalagi kalau batere nya udah gak bagus seperti HP gw contohnya yang membuat gw menggunakan jasa ini hehehe. Dan di ferry juga ada hiburan yaitu organ tunggal, hahaha udah berasa kondangan gw disini. Seperti organ tunggal kebanyakan, lagu-lagu yang dinyaiin pun lagu dangdut dan itu dinyanyiin oleh cewek-cewek sambil joget gitu + minta saweran sama orang yang nonton. Udah pasti yang banyak nonton pertunjukkan ini cowok lah yaa, tapi secara gw duduk deket pintu dimana tempat organ tunggal ini dipasang, mau gak mau jadi ikutan dengerin. Hehehe.

Sampai di Pelabuhan Bakauheni sekitar jam 2. Dari sini ke kota Bandar Lampung nya masih sekitar 2 - 3 jam dan kita naik travel dengan biaya 35.000. Sampai Bandar Lampung sekitar jam 5 dan rencananya malam ini kita nginep dirumah teman kita, jadinya kita dijemput di Gang Ratu deket daerah rumah teman kita itu. Karena malam ini waktu kita gak banyak, akhirnya kita cuma makan malam dan makan duren trus istirahat buat siap-siap perjalanan besok. Oh iya dilampung ini  banyak rumah atau toko yang pasang lambang kota lampung yaitu Siger - mahkota perlambang keaggungan adat budaya dan tingkat kehidupan terhormat, yang umumnya dikenakan oleh Pengantin Wanita. Karena penasaran kenapa dipasang didepan rumah atau toko, akhirnya gw nanya teman gw, ternyata memang diharuskan oleh pemerintah kota Lampung walaupun bukan wajib. Bahkan di Pelabuhan Bakauheni pun dibuat Menara Siger – menara  yang juga menjadi titik nol Sumatra di selatan. Sayangnya karena keterbatasan waktu gw gak sempet mengunjungi menara ini. Gw juga semper browsing mengenai legenda Siger bisa dibaca disini.

Menara Siger
Besoknya kita dijemput Pak Budi supir travel ke Kiluan sekitar jam 7.30 pagi.  Sebelumnya Pak Budi ini jemput teman kita dulu Widud dan Wahyu yang nginep di hotel. Biaya travel ke ke Kiluan ini kalo langsung ke tujuan sekitar 700.000 per mobil (pulang pergi) dan kalau mau mampir bisa nambah. Per mobil bisa muat untuk 7 orang (100.000/orang). Karena kita cuma berlima dan berniat mampir ke Pantai Mutun dan Pantai Clara, jadi total biaya nyampe kita 170.000/orang. Contact Pak Budi +62812.7200.7455 atau Pak Tony +62812.7911.6494.

Pantai Mutun
Pemberhentian pertama Pantai Mutun. Pulau ini sebenarnya biasa aja, kayak pantai Anyer lebih tepatnya. Jalan masuknya pun rada rusak, jadi pantai ini gak terlalu gw rekomendasikan untuk dikunjungi. Pemberhentian kedua Pantai Clara. Waahhhh kalau ini jangan ditanya deh.. bagusssss bangeeettttt. Lokasinya tepat dipinggir jalan jadi gak perlu masuk jalan rusak. Pas kita kesini pas lagi panas mentereng reng, taapiii kalau lagi banyak cahaya itu warna air laut nya keluar campuran biru muda dan biru turquoise dan biru tua, subhanallah. Ditambah warna hijau bukit dan pohon kelapa makin mempercantik pemandangan ditempat ini. Setelah puas foto-foto di Pantai Clara, perjalanan pun kita lanjutkan. Perjalanan ke Kiluan, beh jangan ditanya deh 11 12 sama perjalanan ke Ujung Genteng agak lebih parah lebih tepatnya. Kalau ke Ujung Genteng jalan yang mengelilingi bukit itu masih dikasih pembatas pagar dan ada marka jalannya. Disini gak ada pembatas atau marka jalan parah deh sisi satu tebing sisi satu jurang.. nah lo. Untungnya supir yang mengantar kita memang supir Lampung Kiluan jadinya udah terbiasa sama medan yang seperti ini.

Pantai Clara

Pantai Clara lagi
Fiuh akhirnya nyampe juga kita di Teluk Kiluan. Dari pemberhentian mobil, kita masih harus nyebrang lagi. Pilihannya ada dua naik speed boat atau naik perahu jukung, seinget gw biayanya sama aja 10.000 – 15.000 per orang. Dan karena pas kita sampai masih rada bingung akhirnya kita memutuskan naik perahu jukung, yaa kebayang deh itu yang naik 5 orang + driver + 1 koper si elitepacker :p Nyebrang ke Pulau Kiluan nya cuma sekitar 15 menit. Nyampe disana kita disambut hamparan laut berwarna biru turquoise, literally biru turquoise *terharu*. Ternyata ada yaa, selama ini gw kira cuma efek kamera atau photoshop.

Hehehe, ternyata gak ada foto pantai nya doank... gpp ya ada gw nya :p
 
Setelah istirahat sebentar dan unpacking beberapa barang, gak mau buang-buang waktu kita langsung keliling  pulau yang ternyata gak nyampe setengah jam udah khatam.. hehe. Pulau ini kecil tapi lucu nya di dua sisi yang berbeda, beda pula air lautnya. Sisi yang gw foto diatas itu sisi yang diapit 2 bukit dengan air laut tenang dan warna yang cantik. Sisi satunya laut dengan ombak nya cukup kenceng walaupun gak kayak ombak pantai selatan.

Gak banyak sebenarnya yang bisa dilakukan ditempat ini selain main air atau snorkling. Snorkling pun menurut gw bawah laut nya kurang terlalu bagus, kayaknya karena dulu pernah di bom jadi karangnya banyak yang mati ditambah pula pinggiran lautnya banyak sampah pohon gitu, jdnya kurang jernih. Tips kalau mau snorkling lebih baik pagi sekitar jam 10 atau sore sekitar jam 3, intinya ketika masih ada matahari jadi cahaya yang masuk kedalam lautnya banyak, karena kalau sore banget matahari nya udah mulai turun jadi gak bisa lihat banyak.
Bosan snorkling dan ngeliat speed boat nganggur akhirnya kita minta warga setempat untuk nganter kita keliling pulau sekitar dengan biaya 50.000, gak jauh juga sih jangkauan speed boat ini tapi lumayan lah bisa lihat pemandangan beda. Satu yang gw masih amaze sama tempat ini, di tempat ini banyak pulau kecil lebih tepatnya dalam bentuk karang yang tidak berpenghuni, nah seperti yang gw bilang diatas disini ombak juga cukup besar, ketika ombak itu menyentuh karang dari yang warna biru laut entah kenapa berubah jadi biru lebih muda, susah mendeskripsikan warnanya mirip biru turquoise tapi bukan literally biru turqoise, gitu deh. Banyak hal menarik yang sulit dideskripsikan dengan kata-kata.. hehe.

Setelah muter-muter dan melihat penjual duren, akhirnya kita makan duren ampe bego! hahaha beneran makan banyak banget :p . Ohya, disini gw sempet nimba air dari sumur buat mandi, kita kira toilet yang ada dibelakang itu cuma buat buang air makanya pas mau mandi kita ke sumur, eehhh ternyata toilet yang dibelakang juga bisa buat mandi -.-" such a stupid mistake! Hahaha, mending tanya-tanya dulu ya kalau mau mandi, daripada udah cape nimba ternyata air dibelakang melimpah ruah.. Hehe. Malam ini kita cuma bisa main-main dipenginapan a.k.a main kartu ampe garing!

Besok pagi nya,,, horay! ini dia nih tujuan utama kita. Liat Dolphin. Hahaha, kayak gak penting yaa, jauh-jauh ke Kiluan cuma buat lumba-lumba...hihihi, tapi begitulah traveling. Kita naik perahu jukung yang kali ini cuma muat 3 penumpang. Gak boleh lebih dari tiga orang, kata si Bapak disini, biayanya itu 250.000 / perahu. Jalan jam 7an ke tengah laut jaauhhhhh. Satu yang menarik dari perjalanan ke tempat dolphin. See picture below! --> entah kenapa foto ini gak bisa di rotate.



Foto dolphin dan keadaan sekitar gw ambil dari kamera Dani yaa, soalnya kamera gw rusak jadi gak punya foto bagian ini. Si Bapak disini juga cerita selain lumba-lumba kadang suka ada ikan paus.. waahhh whale, mau liaattt!! Tapi si Bapak gak nyaranin, lah wong dia aja yang udah biasa kalau ada ikan paus lebih baik melipir.. hehe.












Puas liat dolphin kita siap-siap pulang, tapi tetap eksis donk yaa, foto didepan penginapan. Voila, ini dia penginapan kita..

Sampai dilampung, gw si pecinta kain batik ini nyempetin ke Pasar Bambu Kuning, salah satu pasar yang terkenal dilampung untuk beli kain batik lampung yang terkenal dengan nama Kain Tapis. Setelah itu baru deh kita pulaanggg. Biaya perjalan pulang kurang lebih sama dengan perjalanan kesini nya, jadi bisa dihitung lah ya kira-kira nya.

Fiuh, lumayan cape tapi senang.. Selamat berlibur ke Teluk Kiluan! (^_^)