Tuesday, December 25, 2012

Merdeka!!!


Di suatu pagi di Desa Pandeglang, Banten, mereka meminta "Kakak aku mau difoto sambil loncat, dijalan itu ya", pinta satu anak.
Dengan berkali-kali menghentikan mobil untuk mengambil foto mereka, akhirnya satu foto ini berhasil dilakukan. 
Sebagai balasannya, kami meminta  ketika mereka loncat untuk berteriak "Merdeka!!!"
Ya, merdeka untuk para calon pemuda pemudi Indonesia.

Foto ini diambil tepat 28 Oktober 2012 - Hari Sumpah Pemuda. 




Desember Rain

Hal yang mungkin gak penting untuk diceritain tapi gue pengen cerita pengalaman gue dan hujan. Sejak bulan November Indonesia sudah mulai memasuki musim hujan kan yaa. Dari hujan yang gerimis sampai hujan lebat. 

Nah kebetulan long weekend natal ini gue gak kemana-mana. Gak kemana-mana nya gue itu dalam artian gak keluar kota yaaa, keluar rumah mah tetep :p

Jadi Sabtu 22 Desember 2012 gue memutuskan untuk mengunjungi Sahabat Anak sekalian ngambil kalender. It has been a year since the last time I came here, tweet gue saat itu. Yap, beneran 1 tahun, seinget gue terakhir kesana itu Desember 2011 beberapa hari setelah ulang tahun gue.

Monday, December 24, 2012

Traveling vs. Lifestyle?

Suatu waktu di food court sebuah mall, gue mendengar sekelompok orang sedang membicarakan rencana traveling mereka ke Kuala Lumpur. Saat itu gue yang kebetulan lagi makan didekat mereka jadi senyum-senyum sendiri, bukan... bukan untuk menertawakan mereka. Tapi tiba-tiba kepikiran tentang traveling yang sepertinya saat ini sudah menjadi gaya hidup atau bahkan naik tingkat menjadi kebutuhan sekunder.

Tiba-tiba aja gue pengen nulis tentang hal ini, tentang sejauh mana kepentingan untuk melakukan traveling dalam hidup kita..eerr hidup gue lebih tepatnya..Hihihi.

Gue memang suka jalan, jalan disini dalam artian keluar rumah yaa. Susah buat gue untuk bertahan satu hari aja dirumah kecuali kalau lagi sakit.. Jangan tanya kenapa karena itu hanya pembenaran dari hal-hal yang terjadi dalam hidup gue beberapa tahun lalu.

Sunday, November 18, 2012

Picture of Human in Siem Reap

Entah kenapa ketika melakukan perjalanan ini gue banyak menangkap wajah-wajah penduduk lokal yang secara ras masih sama dengan kita, Asia.

 #1 Bulu Tangkis 



Anak ini sedang bermain bulu tangkis bersama ayahnya. Bermodalkan raket dan kok mainan tidak menurunkan semangat anak ini. Bulu tangkis memang olahraga diseluruh dunia. -Disuatu gang di Siem Reap-

#2 Semangat



Kedua wanita ini penjaga salah satu toko. Saat itu udara di Siem Reap panas tak tertahankan. Namun, bekerja tetaplah bekerja. Tenda ini dipasang untuk mengurangi panas yang dirasa. Walaupun panas menyengat mereka tetap harus berjualan. -Salah satu toko Old Market-

Saturday, November 17, 2012

People I met

Perjalanan sendiri ini membuat gue bertemu beberapa orang dari negara berbeda. Sedikit banyaknya gue  bertukar cerita dengan mereka. Gak semua nama gue inget, cuma negara asalnya.

#1 A lady from France

Gue ketemu cewek ini ketika lagi belanja di Old Market. Tanpa sengaja kita masuk toko yang sama. Dia nyapa gue yang gue balas dengan senyuman. Cewek ini berasal dari Perancis yang sedang kuliah di Italia. Libur semester dia menjadi guru sosial disalah satu desa di Kamboja. Ketika mendapat off 3 hari, dia memilih Siem Reap yang paling dekat dari desa dia tinggal. 

#2 Two ladies from Indonesia

Bernama Evie dan Sandra. Mereka ini traveler Indocina. Berniat ramean tapi berujung cuma pergi berdua namun gak menurunkan semangat mereka untuk taveling. Memulai perjalanan dari Hanoi  - Ho Chi Minh City - Phnom Penh - Siem Reap - dan Bangkok adalah tujuan akhir mereka baru kembali ke Indonesia dengan transit di Kuala Lumpur (Airasia victims...hehehe). Perjalanan mereka standar perjalanan Indocina yang dimulai dengan pesawat ke Hanoi sisanya jalur darat sampai Bangkok kemudian balik lagi naik pesawat sampai Indonesia. Gue ketemu mereka ketika sedang makan malam di hari pertama. Mereka salah satu yang menginspirasikan gue untuk ke mengambil tantangan jalan darat ke Bangkok.



Wednesday, November 14, 2012

7 hours and USD 25 in (suddenly) Bangkok - August 2012









Perjalanan darat dari Siem Reap ke Bangkok

Cerita ini lanjutan dari cerita Siem Reap. Cerita sebelumnya klik Siem Reap.


Setelah sarapan gue nunggu dijemput mobil yang katanya akan datang jam 8 pagi. Sambil nunggu gue ngobrol dengan seorang anak dan ayah yang sama tujuan ke Bangkok. Jemputan kita datang lewat setengah jam dari jadwal yang sudah ditentukan. Mobil pertama ini semacam elf dengan kapasitas 10 orang lebih. Ternyata mobil ini harus jemput beberapa orang dulu dan berhenti didepan salah satu penginapan lalu meminta kita semua untuk pindah ke bus yang lebih besar. Jangan mengira bus antar kota ini merupakan bus AKAP layaknya bus-bus di Indonesia, bus ini lebih seperti angkutan umum dalam kota yang lama gak dirawat. Gue dapat duduk paling depan karena semua kursi ternyata sudah diisi orang-orang macam gue yang niat ke Bangkok lewat jalur darat.

tweet : From Tom Raider to Hangover. From Lara Croft city to Bradley Cooper City.


Sunday, November 11, 2012

What so-called an education...


Beberapa waktu lalu gue sempat mengobrol dengan teman yang lagi training di India. Pembicaraan dimulai ketika sang teman sangat tetarik dengan negara India dan Cina yang berujung pada kesimpulan bahwa sumber daya manusia mereka itu luar biasa. Bahkan ketika ada lomba mengeja untuk anak-anak SD di Amerika Serikat, lomba ini dimenangkan oleh warga negara Amerika Serikat yang orang tuanya berasal dari India, contoh dari sang temen. Sang teman pun menambahkan bahwa di India ada pepatah "You never win the silver, you lose the gold", jadi walaupun juara dua tetap aja dianggap pencundang. Well, itu memang salah saru contoh sih, tapi pada dasarnya didikan mereka itu memang keras dan cenderung kejam, if I may say that. Menuntut yang terbaik ke si anak tapi caranya terlalu ekstrim dan jadi kasian si anak. Dan pernyataan gue ini pun dibalas dengan pertanyaan "Mending dikejamin orang tua atau dikejamin kehidupan?" dan gue pun terdiam beberapa saat.

"Mereka kayak gitu karena mereka mempersiapkan anaknya buat bekal hidup. Sekejam-kejamnya orang tua mereka masih sayang sama anaknya. Kalau kehidupan?", dia pun menambahkan.

"Gue gak bilang barat lebih baik ya, tapi gue senang dengan budaya barat yang gak terlaku maksain otak kiri kita. Ini kan yang banyak dilakukan oleh orang Indonesia?. Tapi disisi lain gue juga senang dengan budaya timur yang selalu minta untuk "push to the limit". Dan seharusnya bisa donk kita campur kedua budaya itu buat pendidikan?", bela gue.

"Idealnya memang begitu, tapi kan Indonesia di timur", kata dia.

Life happens


Meminjam salah satu judul bab yang ada di buku ‘Catatan Mahasiswa Gila’ karangan Adhitya Mulya. Yes It’s indeed life happens. Kalau saja kita lebih bisa membuka pikiran positif kita dan atas banyak alasan yang seharusnya baik untuk kita, hidup memang penuh kejutan. Salah satu nya pengalaman hidup saya.

Kadang saya merasa ingin balik ke kantor lama, rindu ERS dengan segala pekerjaan dan pertemannya.  Sejujurnya saya menyukai pekerjaan semacam itu dengan segala tantangan yang tidak membuat bosan. Merasa menyesal? pernah kok! Tapi bukan berarti penyesalan tiada akhir.  Semua pasti ada trade-off nya.  Hal-hal yang menurut saya sebuah pengalaman yang tidak perlu dilupakan tapi dikenang. Ya saya akan berbagi beberapa hal yang saya dapatkkan dari kantor lama. 

Pertama kali menyandang gelar sebagai pekerja, saya kedapatan project Risk Management di salah satu Bank ternama di Indonesia. Proyek ini dikerjakan bersama Deloitte Singapore dan Deloitte Australia. Bisa dibayangkan anak baru lulus macam saya dengan Bahasa Inggris ala kadarnya, harus kerja bareng bule. Walaupun kebanyakan diamnya daripada berkicau, Alhamdulillah saya berhasil melewati tantangan pertama dan berhasil menjalin pertemanan dengan salah satu staff DC Singapore. Hey Cynthia, how are you?

Kedapatan manager orang padang totok yang membukakan pintu rejeki buat saya menjadi pengajar privat adek kakak Corinna Soetoyo dan Celestia Soetoyo. My big thanks to Bang Iyal.

Project diujung utara Jakarta yang membuat saya dan Nadina harus kos selama satu bulan. Hahaha, paling tidak saya jadi pernah merasakan yang namanya kos sebagai pekerja. 

Project yang bikin jetlag pesawat dari Singapore Airlines dan besoknya langsung terbang naik Linus Air yang bahkan saya gak tau airlines apa itu. Dari salah satu kota megapolitan di Asia tenggara ke tengah hutan sawit di Kalimantan sana. What an experience!

Bertahan sendiri untuk satu project dari mulai planning sampai reporting dan melakukan stand-alone conference call dengan staff Deloitte San Fransisco. Pernah berharap, suatu hari nanti saya harus bertemu Tyler. 
Directly or indirectly been working with Deloitte Singapore, Malaysia, San Fransisco, Shanghai, New York, Japan, Houston, Australia and New Zealand. Certainly they gave me many experiences.

Tuesday, November 6, 2012

On-air & Being Published


Being Published
OMG.. Hehehe, ternyata udah 3x gue muncul di Koran dan Majalah..hihihi

#1 Jaman SMA gue pernah di wawancara Suara Pembaruan tentang profil anak muda dan cita-cita. Saat itu gue lagi datang ke acara musik di Senayan sama sepupu. Tiba-tiba gue disamperin reporter Suara Pembaruan gitu dan diajak ngobrol. Dan jeng jeng, di terbitan berikutnya muncullah nama gue dengan foto full body, sampe dikirim korannya kerumah.. Hahaha, intinya dsitu gue bilang cita-cita gue mau jadi radio announcer. Kejadian ini sudah sangat lama, jadi gue udah gak tau itu koran kemana, sempat gue simpen sih. Tapi karena sering pindah rumah beberapa kali, jadilah gak jelas kemana. Hehehe...

#2 Sekitar awal 2011, tiba-tiba gue dihubungin sepupu yang jadi contributor The Jakarta Post Magazine untuk bantu dia buat artikel dan jawab beberapa pertanyaan tentang muslim women. Wew, merasa belum menjadi muslimah yang baik jadilah gue jawab sebisanya. Dan sepupu gue ini juga minta tolong cari temen lagi untuk jawab pertanyaan ini. Awalnya gue kasih nadia, cuma karena saat itu nadia lagi sibuk ngurusin Eropa dan gak sempet, akhirnya gue kasih ke mba Anis. Dan setelah terima jawaban Mba Anis, Dang! Langsung jiper gue. Asli jawabannnya bagus banget!! Mba Anis, my role model memang muslimah yang baik. Ya, bagaimanapun juga foto gue yang dipajang tetap besar dunks, walaupun jawabannya gak sebagus mba Anis.. Hehehe...

Saturday, November 3, 2012

Menulis dan Tulisan

Ini kali ketiga gue ganti judul blog. Judul pertama, sesuai dengan link blog "Me Myself and The Journey". Tapi suatu waktu gue merasa semua isi blog ini lebih ke curhatan gue doank. Akhirnya gue ganti lagi ke "Curhatan Traveling". Baru-baru ini gue merasa kenapa gue harus mempersempit judul blog ini, padahal kan bisa jadi gak melulu soal traveling dan karena sebenarnya gue pengen share hal-hal lain. Alasan inilah yang membuat gue mengubah lagi judul blog gue jadi "Hanya Sebuah Cerita".

Sebenarnya dari SD gue ini udah dilatih nulis sama bokap melalui surat menyurat. Yap, sewaktu SD bokap sering banget nyuruh gue kirim surat ke tante yang di Pekan Baru sambil ngelatih gue yang baru bisa nulis ceritanya. Gak sampe dapat sahabat pena sih, tapi dimulai dari situ sepertinya kesukaan gue akan nulis.

Ketika SMP dan SMA, entah gimana ceritanya gue sering bikin cerita pendek non-fiksi gitu. Dulu belum punya komputer, jadi semua cerita itu gue tulis tangan *niat*. Pernah gue kirim salah satu cerita ke majalah KawanKu, lupa sih sampe dimuat atau gak. Sepertinya sih tulisan gue saat itu belum layak dimuat dimajalah sekaliber KawanKu..Hehehe :p

Monday, September 3, 2012

Siem Reap, Cambodia - August 2012

My first solo travel!!!!!
Hehehe, akhirnya gue memutuskan untuk tidak mem-void-kan tiket kamboja ini.

Pertama kali gue beli tiket ketika airasia promo di September 2011. Gue beli tanpa bilang kesiapapun, gak tau kenapa yaa.. saat itu memang berpikir "kenapa gak pergi sendiri?" hehehe. Awalnya gue mempertimbangkan ke Brunei Darussalam, tapi setelah cek sana sini dan membandingkan harga tiket ke Brunei sama ke Siem Reap sama, akhirnya gue memutuskan untuk beli tiket Siem Reap (Salah satu dari 25 Top Destination versi tripadvisor). 

Tweet sebelum berangkat "To travel means to forget. Forget what you want and remember what you deserve".

Keberangkatan
Hari ini (23.08.2012) gue masuk kantor, niat hati sekalian halal bihalal sebelum cuti. Eh temen-temennya banyak yang belum masuk aja gitu..hehe, ya iyalah riri masih pada cuti lebaran!
Sebelum berangkat gue check-in semua penerbangan, mencetak semua dokumen yang dibutuhkan dan memberitahu semua penerbangan ke satu temen (seperti biasa). Gue naik bus Damri Bandara dari Stasiun Gambir jam 17.30 dan hanya 45 menit saja sodara-sodara *cinta banget sama jalanan Jakarta kalo lagi lebaran* cuma 20.000 pun.. hehehe.
Sempet googling kalau ternyata visa kamboja udah dibebaskan untuk negara-negara ASEAN. yiippiiiee! *joget-joget*. Turns out Immigration Card for Indonesian Passport is no longer needed. Horay lagi!! gak ribet jadinya.. hehe
Sunrise when I  flew

Wednesday, July 25, 2012

Dieng, Wonosobo - Mei 2012

Long Weekend getaway kali ini akhirnya masih di Pulau Jawa, rencana pertama itu kalau gak ke Derawan di Kalimantan Timur atau  Dodola di Maluku Utara (list #1 dan #2 dari 11 Destinasi di Indonesia yang pernah gue posted di blog ini). Sayang nasib baik keuangan sedang tidak berpihak ke gue, alhasil gue menunda kedua rencana diatas. Hey Maluku Utara, I'll see you next year!

Ini bukan kali pertama kunjungan gue ke Dieng. Di 2007 gue pernah ke Dieng untuk kerja. Saat itu gue belum sebegitunya sama traveling + ditambah kerjaan konsultan yang tiada henti dan tiada tara (#eh apa sih.. hehehe), jdnya saat itu gue cuma pergi kerja pulang kerja (PP Dieng Wonosobo) setiap hari secara penginapan gue di Surya Asia Wonosobo.
Dieng 2007
Gak banyak yang gue tau tentang Dieng saat itu, cuma kentang dan teater Dieng, itupun gue gak kesana. Gue sempet foto di Gardu siang hari, sempet diajak ke Candi Semar (kalo gak salah), melewati tugu kematian (serem banget ya namanya, cuma seinget gue emang disebutnya ini kok) dan menikmati perjalanan 1 jam sekali jalan, so total sehari 2 jam untuk pergi dan pulang ke kantor + sempat foto Pelangi cantik (^_^).

Friday, June 29, 2012

Fakta Menarik dibalik kata "Batik"


Tanpa bermaksud plagiat tulisanya Ve Handojo, gue cuma pengen re-post tulisan dia dari buku The Journey 2 dengan judul "Berburu Gajah, Garuda dan Naga ke Trusmin". Menariknya dari tulisan ini adalah fakta dibalik kata "batik" yang mungkin banyak dari kita juga mengira batik adalah sebuah kain, tapi ternyata bukan.

Berikut ringkasan hal-hal yang menurut gue cukup penting untuk diketahui.

Ternyata batik bukan punya Indonesia saja! Menurut salah satu maestro Batik Indonesia yang sudah almarhum, Bapak Irwan Titra, secara harfiah “batik” adalah teknik menghias permukaan kain (tekstil) menggunakan metode menahan pewarna (dye resist).  Banyak artefak-artefak berupa kain yang dihias dengan metode seperti ini. Yang paling tua itu asalnya dari Mesir pada abad keempat sebelum masehi, dan dari Cina pada abad kedepalan Masehi. Malaysia amat berhak meng-klaim bahwa mereka punya batik, tapi itu adalah Batik Malaysaia. Beda nya Batik Indonesia dengan Negara lain itu karena Indonesia melakukannya dengan teknik canting.  Penggunaan canting untuk membuat batik tulis ini yang menjadikan batik Indonesia berbeda dengan yang lain-lain. Sementara itu, di Malaysia, orang membatik menggunakan kuas dan di Eropa tidak satu pun yang menggunakan canting.

Selain penggunaan canting, batik Indonesia juga menjadi istimewa karena nilainya yang melebihi dari kesadar bahan pakaian. Jadi begini, kalau kita Tanya ke pebatik Negara lain apa makna dibalik motif bunga mawar yang mereka gambar, maka mereka akan memandang kita dengan tatapan sinis dan bilang “Ya artinya bunga mawar! Mau makna apa lagi?!” Sementara, kalau kita ditanya apa makna sepasang sayap di sehelai kain Batik asal solo, bisa menjelaskan banyak hal tentang Indonesia.

Dan pengerjaan sehelai kain baik tulis memakan waktu empat bulan hingga setahun penuh. Kerumitan pembuatan sehelai batik tulis bukan hanya terletak di penggambaran motif-motif nya yang sangat detail, tapi juga diproses pewarnaannya yang rumit dan harus dilakukan berulang kali.  Kain katunnya pun tidak bisa begitu saja langsung dibatik. Kain tersebut harus direbus dan didihkan dulu. Dipukul-pukul supaya seratnya bisa menerima malam dan diwarnai.

Berbagai proses yang rumit inilah yang sebenarnya diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Jadi jangan salah kaprah! UNESCO bukan “memberikan” atau “mentabiskan” batik sebagai milik Indonesia. UNESCO mengakui Batik Indonesia sebagai *Warisan Budaya Dunia Tak Benda*. Artinya, yang diakui bukannya “benda-nya”. Bukan sehelai kain batik. Bukan motif-motifnya. Yang diakui sebagai warisan budaya dunia adalah prosesnya. Tepatnya, proses pembuatan Batik Tulis, bukan batik cetakan atau sablonan. 

Kalau masih ingin tau lebih banyak tentang Batik Indonesia atau tulisan Ve Handojo yang lain bisa buka  di http://venhandojo.wordpress.com


Gianyar, Bali

Salah satu foto ketika saya mengunjungi pembuatan batik tulis di Gianyar, Bali.
Batik tulis dengan teknik canting yang dinobatkan sebagai World Heritage "Warisan Budaya Tak Benda" oleh UNESCO.

Sunday, June 24, 2012

Mengejar Windy Ariestanty

Sebelumnya minta maaf dulu ya ke pembaca, karena belum selesai curhat tentang Dieng, udah loncat ke tulisan ini.. dimaafkan kan ya pembaca... Hehe

Jadi intermezzo ini berawal dari gue mungut brosur di jembatan penyebrangan depan ratu plaza. *penting gilak ya bo, tiba-tiba gue kepirikan aja gitu mungut brosur yang bertebaran di jembatan..hahaha* .. tapi ternyata penting buat gue karena brosur itu berisi Katalog Acara Jakarta Book Fair 2012, yang mana dulu gue hampir gak pernah ngelewatin event tahunan ini. tapi sejak lebih sering beli buku online yang diskonnya lebih gede gue udah jarang datang ke book fair. 

Menariknya dari brosur itu karena salah satu acara untuk hari minggu 24 Juni 2012 adalah talks show penulis buku The Journey 1 dan The Journey 2, yaitu : Windy Ariestanty, Alexander Thian, Valiant Budi, Farida Susanti, Ferdiriva Hamzah, Trinzy Mulamawitri, Rahne Putri. (that's what stated there). Sebenarnya dari nama-nama yang disebutin gue cuma tau 2 orang, pertama Windy Ariestanty (one of my favorite writer) yang nulis buku "Life Traveler" dan kedua Valiant Budi yang nulis buku "Kedai 1001 Mimpi".

Wednesday, May 23, 2012

Kuala Lumpur, Hong Kong, Macau - Maret 2012 (Part II)

Day #3
Rencana hari ini adalah Giant Budha (Ngong ping 360) - Citigate - Disneyland - Ladies Market dan Argyle Center. 
Lokasi Giant Budha di Lantau Island - MTR Tung Chung Line. Karena penginapan di Mong Kok which is MTR Tsuen Wan Line jadi kita harus cari interchange, bisa di Central Station atau Lai King Station. Ketika kesana kita milih interchange Central Station yang nyambung dengan Hong Kong Station, jalannya cukup jauh juga kalau pake pilihan ini. Perjalanan ke lantau island sekitar 40 menit. Turun di Tung Chung Station langsung disambut dengan Citigate!!. Citigate itu semacam factory outlet nya branded fashion such as Bally, Burberry, Zara, Mango, Guest, Esprit, dll. Kebayang ya kalo gak limited budget kesini pasti gue udah membeli barang dari salah satu brand itu. Walaupun gak berencana beli tetap aja kudu yang namanya window shopping dan tiba-tiba gue jatuh cinta sama winter coat nya Mango 70% discount. Tuhan tolong saya! .. hehe. Gak beli tapi gue foto itu coat, berharap suatu saat bisa beli nitip sama siapapun yang ke HK
Yang mau belanja!!!!  :p
Giant Budha (Ngong ping 360). Dari citigate ini ada petunjuk untuk ke Giant Budha naik cable car. Sangat disayangkan saat itu cable car lagi maintenance dan jadilah kita naik bus dengan biaya 35 HKD (PP). Naik bus kesini jauh dan lama, perjalanan pergi sekitar 60 menit, PP jadinya 120 menit. Pemandangan yang dilihat sih bagus but IMHO kinda wasting time. Perlu diingat wisata Giant Budha ini gratis!! ketika ada yang nawarin tiket itu sebenarnya cuma beli snack + lunch yang mengatasnamakan tiket ke Giant Budha. Waktu itu gue gak tau dan sempet bayar 25 HKD, gpp sih untung nya dapat makanan tapi kalau gak mau makan disini ya gak usah dibeli tiketnya. Ngong Ping 360 ini sebenarnya berisi kuil-kuil dan terdapat patung budha yang sangat besar, untuk mencapai patung ini kita harus naik tangga dan cukup tinggi. Setelah berhasil ke Giant Budha kita ketempat restoran untuk ambil makanan yang ternyata letaknya disebelah kuil. Banyak orang chinese yang berdoa ditempat ini dan disini banyak semacam dupa yang disediakan bagi mereka yang ingin beribadah. Sedikit pelajaran mengenai piring kotor di HK dan tweet yang gue baca baru-baru ini, ternyata di tempat yang pernah gue kunjungi seperti Singpore dan HK setelah makan kita harus meletakkan piring kotor sendiri ketempat yang sudah disediakan. So guys, keep in mind this culture if you go aboard!
Saran: Kalau ke Ngong Ping 360 disarankan naik crystal cable car - cable car yang bawahnya transparan. This is gonna be fun! Trust me! walaupun gue gak sempet naik cable car tapi bisa ngerasain seru + deg"an nya naik cable car dan bisa liat kota dibawah dari pijakan kaki lo..hihihi!

Tuesday, May 22, 2012

Kuala Lumpur, Hong Kong, Macau - Maret 2012 (Part I)

Bermula dari Airasia Big Promo di Mei 2011, Alhamdulillah jadilah trip 5 hari KL, HK, Macau Maret 2012.
Keinginan gue ke Hong Kong itu udah dari tahun tahun sebelumnya, melebihi keinginan ke Korea dengan alasan, satu-satunya negara di Asia yang memiliki Disneyland dan Madame Tussaud. Hahaha *cetek* :p

First thing to do adalah membuat itinerary. Mulai lah gue dengan googling "Must Visit Hong Kong", browsing MTR Map sampe browsing hostel murah. Kegiatan ini salah satu kegiatan yang paling menyenangkan buat gue, serius!! dan gue akan dengan senang hati berbagi itinerary detail (if u need, ask me then). Gue senang dengan kegiatan browsing tempat wisata, liat alamat dan browsing di peta untuk letak pastinya + melewati MTR station yang mana. --> emang passion nya ini kali yaaa (^_^)
Dari pengalaman gue bikin itinerary HK + Macau yang paling susah itu Macau, karena di Macau gak ada MTR jadinya hanya mengandalkan peta + alamat + lokasinya di macau island or taipa island. Ketika buat ini sih bener-bener gak kebayang ya Macau itu kayak mana.. hehe :)

Setelah itinerary jadi, dilanjutkan dengan bikin budget trip. Budget trip yang dibuat ini hanya untuk living cost disana  + biaya beberapa tempat wisata yang udah pasti akan dikunjungi, exclude biaya belanja dan oleh-oleh pastinya. Selesai dengan budget dilanjutkan dengan International Travel Things To Do, intinya sih seperti "Do & Don't" nya ketika travel aboard dan perintilan kecil yang kira-kira penting untuk dibawa. Oh iya, pelajaran yang gue dapat dari browsing hostel..Kalau emang udah fixed dengan tempat nginepnya sebaiklnya langsung booked. Pengalaman gue menunda booked, ketika mau booked H-1 bulan penginapan yang kita mau sudah full!! Hehe...

Hal-hal yang harus gue ingetin, kira-kira:
  1. Kita pergi gak pake bagasi, so mau pake ransel / koper, please bear in mind berat nya gak lebih dari 7 kg. Maksimum cabin itu 7 kg.
  2. Cairan di cabin. Secara kita gak pake bagasi, diinget ya pembersih muka, sabun, parfum, dan toiletries lainnya botolnya gak lebih 100ml setiap botol dan dimasukkan kedalam transparent bag.
  3. Cuaca di Hong Kong lagi peralihan dari musim dingin ke musim semi. Kemarin gue liat di web antara 19 - 21 derajat. Posting temen gue baru-baru ini 17 derajat. Jadi jangan lupa jaket dan semacamnya. 
  4. Sepatu. Kenapa gue bilang sepatu, incase mau masuk ke Casino, gak boleh pake sendal. 
  5. International Adaptor. Gue confirm ke temen gue disana itu colokan 3 kaki, jadi charger blackberry jangan lupa diganti, eh bawa dua-duanya aja deh biar aman. (Ternyara dibeberapa hostel mereka justru nyedian colokan kaki 2 kayak di Indonesia, jadi biar aman tetep bawa dua-duanya).
  6. Saran gue sih bawa another pocket bag, maksudnya tas lipat.. In case bawain jadi tambah banyak pas pulang.
  7. Bawa tas kecil untuk nyimpen passport, duit, tiket dan dokumen lainnya.
  8. PULPEN!! Kind of small stuff tapi bantu banget buat isi imigration card biar gak gantian.
  9. Bawa obatan-obatan pribadi!!
  10. Tissue dan Tissue basah
Terinspirasi dari novel "Life Traveler" gue dan Wanda beli "Space Maker" untuk bikin baju" jadi lebih tipis dan nyisain banyak space dan beli "Flat Back Travel Pillow". Kedua barang ini bisa dibeli di Ace Hardware dan bisa di googling untuk masing-masing kegunannya.

Selesai itu semua, H-1 gue web check-in semua tiket jadi nanti pas di Bandara gak terlalu ribet sama check-in secara pas pergi kita semua gak pake bagasi, ceritanya "backpacker". Hal yang rutin gue lakukan adalah gue kirim nomor penerbangan gue + seat + take off time ke temen gue untuk semua penerbangan (dengan catatan, gue bilang ada kemungkinan gue akan tukeran dengan yang duduk didekat jendela ketika seat resmi gue gak disitu... hehe). Somehow it's just small thing to do that maybe useful for someone knowing your flight 

Hari H, gue post di facebook "a low-budget traveler yet 'boodschappen doen' lover and mmhm a dress-up flashpacker indeed". Hehehe --> Norak ya :p

Thursday, February 9, 2012

Baluran (Jawa Timur) - Menjangan (Bali) - Januari 2012

Baluran at 8.00 a.m.


Hula! Ini adalah perjalanan pertama gw di 2012 tapi udah di rencanain sejak september 2011 disaat Garuda Indonesia lagi buka early bird promo ke beberapa tempat di Indonesia. 
Diajak antho membuat gw balas mengajak wanda. Hahaha.. secara orang-orang mure ini hobby jalan, jadilah dibeli tiket pergi ke Surabaya dan pulang dari Bali dengan harga sekitar 890.100, gak murah banget sih tapi lumayan naik Garuda biar Frequent Flyer gw gak hangus (^_^).

Kita pergi pas long weekend  21-23 Januari 2012. PIC trip kali ini si Antho, temen SMA gw. Awalnya trip kita berjudul "Kawah Ijen dan Menjangan". Tapi begitu mendekati hari H ternyata Gunung Ijen ditutup karena aktivitas vulkaniknya lagi meningkat. Jadilah H - 1 minggu kita ubah itinerary jadi "Baluran dan Menjangan". Budget trip kali ini juga terbilang murah, kita cuma diminta patungan 500rb/orang untuk transport Surabaya - Baluran - Menjangan, tiket masuk wisata, sewa kapal dan penginapan di Baluran (diluar biaya makan), tambahan nya cuma penginapan di Kubu hotel Bali 87.500/orang (1 kamarnya 175.000 dengan kamar mandi dalam + fan + breakfast, nanti gw akan cerita mengenai penginapan disini).



Day #1
Berasa beda ya kalau gak naik budget air. Sedikit bangga.. hahaha. Hari itu sampe bilang "backpacker (nope), elitepacker (nope), but yes we are indeed a flashpacker". --> tapi tetap bawanya backpack :p
Ini pertama kali nya gw naik Garuda lagi setelah hampir setahun. Ternyata sekarang semua pesawat Garuda sudah dilengkapi dengan fasilitas TV (yeah sort of). Kita bisa dengar musik, nonton video klip atau bahkan nonton film. Jadi untuk penerbangan kurang lebih 2 jam bisa terhibur dengan adanya fasilitas ini.
Perjalanan kali ini, rencana yang ikut 11 orang ternyata pas nyampe Surabaya cuma ada 7 orang, 3 cancel satunya mendadak cancel pagi-pagi. Dan dibandara Djuanda inilah kita baru kenal 4 orang lainnya - Ricco, Ayu, Wiya dan Rudi -




Wednesday, January 18, 2012

Karimun Jawa Desember 2011

Yap, again another sudden trip.
Kali ini ulahnya Wanda, yang tiba-tiba ngajak gw "Ri, ke Karimun Jawa yuks". 
Secara gw mure.. gw jawab aja asal "yuks" Hahaha Dasar!! 
Dan tanpa persetujuan gw yang belum ngajuin cuti, nih bocah udah booked aja tour ke Karimun Jawa buat gw...Jadilah gw memutuskan cuti, dengan alasan "kapan lagi gw ada temen ke Karimun Jawa kalau si Wanda udah pergi sekarang, nanti susah lagi nyari temennya" hehehe nyari validasi aja bisanya...

Kali ini kita ikutan tour dari sukawisata (klik disini untuk link nya) dengan biaya 595rb/ orang untuk 4 hari 3 malam. Lumayan mahal sih, tapi karena kita mendadak dan gak prepare buat nyari penginapan, dkk akhirnya memilih ikutan tour.
Kita pergi 25 Desember 2011 sore, si Wanda ini emang nekat dah... masih natalan coba! hehe, tapi demi yaaa.. hihihihi... Janjian sama anak yang lain - Wanda, Achie, Sherley, Dimen dan Bekur - di terminal Lebak Bulus. Kita naik bus eksekutif  Shantika langsung ke Jepara dengan biaya 150.000/org (iyh backpacker macam apa ini, naiknya eksekutif)..hahaha!.

Perjalanan dari Jakarta ke Jepara itu sekitar 12 jam. Dari Jakarta jam 5 sore dan nyampe Jepara benar-benar subuh sekitar jam 5an. Kita turun di alun-alun trus nyambung becak ke Pelabuhan Kartini dengan biaya 20.000/ becak. Sampai di pelabuhan, dapat kabar kalau kapal ferry belum berangkat dari Karimun Jawa..wew! Dibilang juga kapal baru berangkat pagi ini dan kemungkinan sampai Jepara itu jam 2 siang. (Catatan: Perjalanan Jepara - Karimun Jawa itu 6 jam naik ferry). Nah lo kita jadi punya waktu sekitar 6 jam di Jepara tanpa tujuan. Akhirnya kita memutuskan akan ke tengah kota, tapi karena bingung gimana akses kesana kita sempet duduk-duduk bingung dulu, sekalian lah foto-foto dengan muka kucel setelah 12 jam perjalanan bus...hehe. Lagi bingung nya tiba-tiba kita melihat beberapa orang mengendarai motor dengan boncengan bak kebuka dibelakang (gw gak tau harus nyebut transportasi ini apa?..hihihi) dan tercetuslah ide untuk naik ini biar bisa barengan. Si bekur yang paling fasih bahasa Jawa tiba-tiba saja menyapa satu bapak berkendaraan motor ini dan entah apa yang diomongin (secara gw gak ngerti bahasa jawa, chuy!) akhirnya kita bisa naik motor ini ber-6 + backpack. Ahey!!Nama Bapak ini Pak Kuslin, tapi kita namain beliau Mr. K.

Masjid Agung Kabupaten Jepara
Pemberhentian pertama sarapan diwarung nasi pinggir jalan trus lanjut ke Masjid Agung Kabupaten Jepara. Disini kita seperti numpang istirahat (maaf ya masjid :D ) - mandi, sholat dhuha, dan foto-foto pastinya. Setelah itu kita ke Museum RA. Kartini, didekat Alun-Alun, dari Masjid tinggal jalan kaki.  Isi dari museum ini ya udah pasti peninggalan RA Kartini. Museum ini sederhana banget, masuk pun cuma bayar 3000. Sedih ya! padahal RA Kartini ini kan populer, di Belanda pun dijadikan nama jalan 'Kartini street'. Salah satu yang menarik dari museum ini ada kerangka ikan super guede yang dinamain 'Krg. Ikan Joko Tuwo' asal Karimun Jawa. Dang!! beneran ada ikan kayak gitu di Karimun Jawa serem juga, belum nyampe ini kesana -.-".