Monday, December 24, 2012

Traveling vs. Lifestyle?

Suatu waktu di food court sebuah mall, gue mendengar sekelompok orang sedang membicarakan rencana traveling mereka ke Kuala Lumpur. Saat itu gue yang kebetulan lagi makan didekat mereka jadi senyum-senyum sendiri, bukan... bukan untuk menertawakan mereka. Tapi tiba-tiba kepikiran tentang traveling yang sepertinya saat ini sudah menjadi gaya hidup atau bahkan naik tingkat menjadi kebutuhan sekunder.

Tiba-tiba aja gue pengen nulis tentang hal ini, tentang sejauh mana kepentingan untuk melakukan traveling dalam hidup kita..eerr hidup gue lebih tepatnya..Hihihi.

Gue memang suka jalan, jalan disini dalam artian keluar rumah yaa. Susah buat gue untuk bertahan satu hari aja dirumah kecuali kalau lagi sakit.. Jangan tanya kenapa karena itu hanya pembenaran dari hal-hal yang terjadi dalam hidup gue beberapa tahun lalu.


Kalau boleh jujur, perjalanan gue untuk Indonesia itu diinspirasikan oleh Riyanni Djangkaru host Jejak Petualang yang pertama dan seinget gue acara ini salah satu pelopor acara TV sejenis yang sekarang makin banyak. Nonton acara ini bikin gue tau nama tempat dipelosok Indonesia yang luar biasa ajaib cantiknya (catatan: gue dulu belum cinta sama Mr. google). Saking nge-fans-nya sama Djangkaru ini, gue pernah bela-belain tukeran jadwal liputan sama temen ketika tau Djangkaru jadi tamu disalah satu acara Fakultas MIPA.  Demi yaa, demi bisa foto sama dia .. see gue emang norak kan! :p

Berlanjut setelah hobi gue nonton Jejak Petualang ini, gue mulai sering googling tentang Indonesia dan bikin gue tiba-tiba sadar, man Negara tempat gue tinggal ini ternyata cantik banget!! dan berakhir pada keinginan suatu saat gue harus bisa mengunjungi tempat-tempat cantik di Indonesia.

Tapi gue sadar alasan gue traveling sampai november 2010 itu lebih karena untuk melarikan diri. Yes for the sake of escape. Cuma buat menyenangkan diri gue dan melupakan sejenak apapun yang ada diotak gue. Kalau saat itu istilah "trave(love)ing" udah gue kenal mungkin gue akan lebih sering menggunakan kata itu, even thought I was aware that it's totally not helping me at all! Dan itu juga salah satu alasan kenapa lebih banyak Singapore, it just..Singapore is a very pleasant place to be enjoyed to think nothing! (no wonder kayaknya dibilang Singapore escaper! hahaha).

Tapi justru perjalanan di November 2010 inilah untuk pertama kalinya gue melihat alam bawah laut Indonesia di Liukang Loe Tanjung Bira, yang semakin membuka mata gue kalau Indonesia itu sungguh cantik dan semakin meningkatkan keinginan gue untuk lebih sering mengunjungi tempat-tempat di Indonesia. Thanks for taking me there! 

Well ya, gue juga gak tau harus bilang hal ini anugerah atau bukan saat dikantor baru gue bertemu teman penyuka traveling. Ketika gue dan wanda yang berlatar belakang auditor bertemu ditempat yang memungkinkan kita punya banyak waktu, sepertinya nothing but traveling yang ada di-otak kita berdua.

Tempat yang udah gue kunjungin sejak dikantor baru ini justru lebih banyak dari sebelumnya. Dimulai dari tempat-tempat terdekat di Jawa yang memang udah dari dulu pengen datengin tapi gak pernah ada teman sampai tempat yang memang ada di bucket list gue.

Gue sadar sangat banyak yang menilai gue lebih menikmati hidup setelah pindah kerja dengan parameter foto yang gue upload di Facebook! hahaha, so shallow!! Tapi mungkin ada juga yang menilai gue ikut-ikutan dan menjadikan traveling sebagai lifestyle! Entahlah gue mulai gak peduli dengan pendapat orang (kecuali orang-orang terdekat gue). Mungkin terkesan egois tapi yang gue lakukan cuma untuk memuaskan keinginan gue dari jaman gue belum berpenghasilan. Gue melakukan ini juga bukan karena gue tajir tapi lebih karena sebuah prioritas. Prioritas orang pasti berbeda ya kan dan sampai saat ini gue masih menjadikan traveling ini sebagai prioritas gue walaupun bukan prioritas utama.

Buat sebagian orang mungkin traveling udah jadi kebutuhan sekunder atau bahkan primer ditengah-tengah kehidupan kota yang makin mumet terutama Jakarta. Sebagian lagi karena hobi. Dan sebagian lagi mungkin memang menjadikan traveling ini sebagai lifestyle sama halnya dengan memiliki gadget terbaru tanpa mereka benar-benar bisa menikmati. Ini bukan judgement karena gue gak akan menganggap apapun alasan itu salah. It's just my two cents...hohoho.

Buat gue sih, sekadar menginjakan kaki di kota yang bukan Jakarta atau di Negara yang bukan Indonesia tanpa harus menginap di hotel nyaman dan berkeliling naik taksi, gue udah senang!

So whatever your reason to travel."Just do it because you only have one shot at everything!"
(Quote from Adhitya Mulya - Catatan Mahasiswa Gila)

3 comments:

  1. Awal nya gw juga kabur dari rutinitas yg menjengkelkan. Sekarang jadi kebutuhan hidup tp bukan lifestyle.

    It's about the journey, not the destination

    ReplyDelete
  2. Hahaha... couldn't agree more!

    Kalo boleh nambahin, kadang kalimat nya nambah
    "As with any journey, who you travel with can be more important than your destination" (Taken from Gossip Girl)

    :D

    Happy traveling.

    ReplyDelete
  3. setuju sekali, mari kita nikmati apa yg mmg bisa kita rasakan, kita jiwai dan kita syukuri dari perjalanan kita

    ReplyDelete